Lombokpost-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pariwisata kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II di depan Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), Kamis (22/1). Massa mendesak agar Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak kompeten mengelola pariwisata daerah.
"Tuntutan kami sama dengan jilid I kemarin mendesak agar Kadispar dan Stafsus bidang pariwisata dicopot, karena tidak berkompeten di bidangnya," terang Kordum Aksi Abdul Kadir Jaelani.
Kadir menyebut pariwisata Lotim belakangan ini dipolitisasi pemerintah daerah. Ia mencontohkan objek wisata Bale Mangrove dan Sunrise Land Lombok (SLL) yang diambil alih dan diberikan kepada pihak lain setelah destinasi tersebut maju dan ramai dikunjungi.
Pada aksi jilid II ini, massa mendesak Bupati Lotim segera menemui pengunjuk rasa. Mereka menilai kisruh pariwisata yang terjadi tidak terlepas dari campur tangan bupati.
Massa aksi yang berhasil masuk ke halaman Kantor Bupati Lotim enggan membubarkan diri meskipun beberapa kali diguyur hujan. Massa bertahan hingga pukul 14.30 Wita sebelum akhirnya membubarkan diri.
"Besok kami akan kembali lagi untuk melakukan aksi jilid III dengan membawa massa yang lebih banyak. Karena kami mau bertemu dengan pak bupati. Jangan hanya kita ketemu saat kampanye Pilkada saja, “katanya.
Ia mengancam selama Bupati belum menemui massa dan pejabat terkait belum dicopot, aksi serupa akan terus dilakukan di depan Kantor Bupati Lotim.
Aksi ini dipicu pengambilalihan pengelolaan sejumlah destinasi wisata seperti Bale Mangrove di Kecamatan Jerowaru dan Pantai Sunrise Land Lombok (SLL) di Kecamatan Labuhan Haji secara sepihak oleh Dispar. Pengelolaan aset yang sudah berkembang tersebut diduga dialihkan kepada tim sukses. (par/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post