Lombokpost-Cuaca ekstrem beberapa minggu terakhir mengakibatkan distribusi pupuk ke Lombok Timur (Lotim) terganggu.
Kondisi ini terutama menghambat pengiriman dari pusat ke kabupaten.
“Hujan lebat dan angin kencang ini juga sangat berpengaruh terhadap pendistribusian pupuk ke daerah,” terang Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distan Lotim Darajata, Jumat (23/1).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia agar stok di Lotim tetap terpenuhi.
Saat ini, beberapa wilayah mulai mengalami kekurangan stok akibat gangguan distribusi tersebut.
Kebutuhan pupuk petani sedang tinggi mengingat musim tanam padi serentak di Lotim. Masalah ini diharapkan segera teratasi agar tidak mengganggu produksi padi.
“Ketersediaan pupuk di distributor saat ini memang kurang, karena terkendala cuaca buruk saat ini. Di pelabuhan proses bongkar muat juga agak lama dan antrean panjang sehingga stok di gudang berkurang,” jelasnya.
Darajata menyebut alokasi pupuk Lotim tahun 2026 sama dengan tahun 2025. Kuota pupuk subsidi urea tercatat sebanyak 30.190 ton, pupuk NPK 30.927 ton, dan pupuk organik 7.370 ton.
Kuota tahun ini diberikan berdasarkan jumlah serapan tahun sebelumnya. Jika serapan meningkat, maka akan dilakukan penyesuaian alokasi kembali.
“Tahun lalu, kita sampai lima kali relokasi pupuk. Jika tahun ini alokasi pupuk kita tinggi bisa jadi akan ada perubahan alokasi pupuk,” tambahnya.
Dari sisi kuota, kebutuhan petani dipastikan tercukupi. Namun, kendala utama saat ini adalah gangguan distribusi. Meski stok di gudang masih tersedia untuk 2-3 minggu ke depan, hambatan distribusi dikhawatirkan memicu kelangkaan pada beberapa minggu mendatang.
“Masyarakat kita sekarang hampir semuanya sudah menanam padi. Kita khawatir nanti pada saat pemupukan justru pupuknya tidak ada,” katanya.
Guna mengantisipasi kelangkaan, pihaknya telah bersurat kepada Pupuk Indonesia dan distributor untuk mengambil langkah strategis. Terlebih, sejumlah pelabuhan memberlakukan sistem buka-tutup akibat cuaca ekstrem. Pihaknya juga berkoordinasi dengan distributor untuk merelokasi stok dari daerah tertentu ke wilayah yang kebutuhannya mendesak.
“Misalnya di daerah Keruak dan Jerowaru sekarang kebutuhan pupuk petani di sana cukup banyak. saat ini mereka secara serempak menanam padi,” tutupnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim M Juaini Taofik menyebut Lotim kini menjadi daerah swasembada beras. Hal ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pupuk Indonesia yang memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.
“Untuk mewujudkan swasembada beras ini bukan hal yang mudah. Untuk itu kami sangat mengapresiasi semua pihak atas kerja sama ini,” terang Juaini. (par/r7)
Editor : Kimda Farida