LombokPost - Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh Edwin Hadiwijaya menekankan peran ahli gizi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pencegahan stunting. Upaya ini dilakukan guna mewujudkan generasi Indonesia sehat dan berkualitas. Hal itu ditegaskannya dalam talk show peringatan Hari Gizi Nasional ke-66.
"Perhatian masyarakat terhadap isu gizi, khususnya terkait Program MBG sangat besar, termasuk kasus stunting menjadi prioritas nasional, sehingga peran ahli gizi sangat dibutuhkan untuk mendukung program ini," terang Wabup Edwin, Selasa (27/1).
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) diharapkan membekali para ahli gizi agar memperhatikan penyajian gizi seimbang yang tepat sasaran pada program MBG, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
Edwin menyebutkan, saat ini tercatat sebanyak 213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Lotim. Kehadiran MBG diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.
"Berdasarkan data terakhir, angka stunting Lotim pada Desember 2025 berada di angka 22,39 persen," terangnya.
Kelompok B3 diharapkan mendapat perhatian serius karena menjadi sasaran yang bersentuhan langsung dengan risiko stunting. Jika intervensi terhadap B3 tepat sasaran, ia meyakini kasus stunting di Lotim dapat diatasi.
Wabup menekankan agar SPPG memperhatikan menu dan kandungan gizi MBG. Peringatan HGN diharapkan menjadi sarana refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas MBG demi meningkatkan gizi anak-anak di Lotim.
"Kami ucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kualitas sumber daya manusia sejak masa kehamilan hingga balita. Sinergi dan kerja sama ini kami harapkan akan terus terjalin dan semakin kuat ke depannya," katanya.
Lebih jauh, Wabup menyampaikan di Lotim telah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) SPPG yang melibatkan Kejaksaan, Polri, dan TNI, dengan perangkat daerah sebagai penanggung jawab. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi terkait MBG kepada SPPG melalui Satgas MBG.
Sementara itu, Manajer Wahana Visi Indonesia (WVI) Sidik Lando Basana Siregar menyampaikan, peringatan HGN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengingat bersama untuk terus memperkuat upaya pemenuhan gizi anak.
"Kami sangat mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Lotim, Lombok Utara, dan Persagi. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," katanya.
Menurutnya, Lombok memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah yang dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pangan lokal. Hal ini menjadi langkah maksimal dalam upaya pencegahan stunting, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan nasional.
Ia juga mengapresiasi para kader dan tenaga kesehatan yang berperan aktif dalam pencegahan stunting di Lotim. Melalui peringatan HGN, diharapkan kesadaran dan komitmen seluruh pihak semakin kuat dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dan kolaborasi lintas sektor. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic