Lombokpost-Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur (Lotim) meminta Bank BRI Cabang Selong segera mengembalikan dana bantuan modal UMKM yang mengalami dobel transfer ke kas daerah. Dana dobel transfer tersebut nilainya mencapai miliaran rupiah dan hingga kini sebagian masih belum berhasil ditarik kembali.
"Dari data kami itu ada Rp 6 miliar. Kalau dari data BRI hampir Rp 3 miliar yang dobel transfer, itu kami minta dikembalikan ke kas daerah," terang Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lotim Baiq Farida Apriani, Rabu (3/2).
Farida menyebutkan, berdasarkan informasi dari BRI, dari sekitar Rp 3 miliar dana dobel transfer tersebut, yang belum berhasil ditarik atau dikembalikan masyarakat tersisa sekitar Rp 400 juta. Ia berharap dalam waktu dekat seluruh dana itu dapat ditarik sehingga bisa dikembalikan ke kas daerah.
Untuk UMKM yang belum menerima bantuan, diakui saat ini bantuan tersebut tidak dapat disalurkan kembali. Sebab, bantuan modal UMKM itu merupakan anggaran tahun 2025 sehingga tidak bisa dicairkan pada 2026.
"Data penerima yang sudah menerima dan belum menerima masih ada di kami. Kami menunggu dari pihak BRI untuk mengembalikan uang itu ke kas daerah. Jika sudah masuk, nanti itu tergantung kepala daerah apakah disalurkan lagi atau tidak," katanya.
Ia menjelaskan, dobel transfer terjadi akibat gangguan sistem di BRI. Akibatnya, satu penerima memperoleh bantuan dua kali, dengan jumlah mencapai ribuan orang. Karena itu, ia berharap UMKM yang belum mengembalikan kelebihan dana tersebut segera mengembalikannya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lotim M Waes Al Qarni mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM terkait anggaran bantuan UMKM sebesar Rp 20 miliar yang disalurkan melalui tujuh bank kepada 32 ribu UMKM di Lotim.
"Dari tujuh bank itu, hanya BRI yang bermasalah. Infonya sampai Rp 6 miliar yang dobel transfer. Tetapi dari jumlah itu tersisa sekitar Rp 400 juta yang belum bisa ditarik atau dikembalikan," terang Waes.
Editor : Marthadi