Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pariwisata Sembalun Butuh Infrastruktur Memadai

Supardi/Bapak Qila • Minggu, 8 Februari 2026 | 07:10 WIB

 

WISATA SEMBALUN: Pemandangan alam dan salah satu bukit di Sembalun yang kerap dijadikan sebagai lokasi camping ground oleh wisatawan
WISATA SEMBALUN: Pemandangan alam dan salah satu bukit di Sembalun yang kerap dijadikan sebagai lokasi camping ground oleh wisatawan

Lombokpost-Kepala Desa Sajang Lalu Kanahan berharap Pemkab Lombok Timur (Lotim) memperhatikan jalan-jalan desa atau jalan pariwisata di Sembalun. Masih banyak destinasi wisata di Sembalun yang belum bisa dikunjungi wisatawan karena infrastruktur belum memadai.

"Karena jalan-jalan desa tidak mendukung, banyak yang rusak parah, kemudian airnya tidak ada, sampahnya berserakan," terang Kepala Desa Sajang Kanahan.

Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sembalun sejauh ini juga belum jelas. Ia sudah mencari informasi ke berbagai pihak terkait pembangunan TPST tersebut, tetapi belum ada kepastian.

Ia berharap dengan adanya arahan dari presiden untuk melawan sampah, Bupati dan Gubernur bisa merespons dengan cepat untuk segera membuat TPST di Sembalun.

"Beberapa waktu lalu pak Presiden bilang kita sekarang sedang berperang dengan sampah, itu kita harapkan bisa ditindaklanjuti langsung," katanya.

Pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata di desa tidak bisa mengandalkan dana desa (DD). Selain anggarannya dipotong, penggunaannya juga sudah ditentukan.

Ia menyebut, cuaca dan udara di Sembalun sangat bagus, sehingga diharapkan tamu tidak hanya menikmati dinginnya malam, pergi ke gunung, atau hanya menikmati satu tempat wisata saja, tetapi bisa ke tempat-tempat lain.

"Di Sembalun banyak destinasi lain yang bisa dikunjungi seperti air terjun, situs bersejarah, hutan adat dan lainnya yang juga bisa dikunjungi. Cuma tamu-tamu enggan karena jalan desa masih rusak," jelasnya.

Ia menilai selama ini semua berbangga dengan destinasi wisata yang dimiliki Lotim, mulai dari Rinjani hingga wisata Pantai Pink di Jerowaru. Namun hal itu belum bisa memberi pemasukan bagi Pemkab Lotim.

Sedikitnya pemasukan yang didapat Lotim dari pariwisata disebabkan beberapa hal, di antaranya belum ada orang ahli yang mengatur pariwisata. Tidak seperti Kabupaten lain, seperti Lombok Utara, yang menjadikan pariwisata sebagai sumber utama pendapatan daerah.

"Kalau mereka (Lombok Utara) sumber pendapatan utama mereka pariwisata. Sehingga infrastruktur dasar untuk mendukung pariwisata dibuat, jalan-jalan pariwisata diperbaiki, destinasi wisata ditata dan lainnya," jelasnya.

Akan tetapi ia melihat perhatian terhadap pariwisata di Lotim justru berbanding terbalik. Pariwisata Lotim tidak terlalu diperhatikan oleh Pemkab Lotim. Hal itu terlihat dari pos anggaran pariwisata yang sangat minim, baik untuk promosi, infrastruktur, maupun lainnya.

"Contoh di Sembalun, untung saja didukung dengan alam yang indah dan bagus. Sehingga masyarakat banyak berbuat sendiri, seharusnya ada perhatian dari Pemkab Lotim," ujarnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#pendakian #Infrastruktur #sembalun #Lotim #Pariwisata