Lombokpost - Tahun ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lombok Timur (Lotim) mendapatkan jatah 55 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemberian vaksin ini diharapkan dapat mencegah kemunculan kasus PMK baru di Lotim.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkeswan Lotim drh Hultatang mengatakan, 55 ribu dosis tersebut untuk kebutuhan satu tahun dengan pola pemberian setiap enam bulan sekali. Semester pertama diberikan pada periode Januari hingga April, kemudian semester kedua pada Juli sampai Oktober.
Ternak yang belum pernah mendapatkan vaksinasi atau ternak baru akan diberikan vaksin pertama, kedua hingga vaksin booster. "Karena ini cukup efektif mencegah PMK," katanya.
Kondisi PMK di Lotim saat ini diakui masih terkendali. Meski demikian, di beberapa titik ditemukan ternak yang mengalami suspek PMK. Untuk memastikan ternak positif terjangkit PMK dibutuhkan uji laboratorium.
Hultatang menyebut, secara nasional ditargetkan pada 2030-2035 Indonesia sudah bebas dari kasus PMK. Karena itu, kegiatan vaksinasi PMK terus digencarkan setiap tahun oleh pemerintah pusat.
"Vaksinasi ini merupakan program nasional dalam rangka pembebasan PMK. Karena pemerintah menargetkan tahun 2030-2035 Indonesia sudah bebas dari PMK," katanya.
Jumlah kuota vaksin yang didapatkan Lotim diakui masih terbatas dan belum mencukupi seluruh populasi ternak yang saat ini mencapai sekitar 100 ribu ekor. Jika tidak mencukupi, pihaknya akan kembali bersurat untuk meminta tambahan vaksin.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya mengatakan Pemkab Lotim melalui Disnakeswan terus menggalakkan kegiatan Posyandu Ternak. Kegiatan ini untuk meningkatkan kesehatan dan mendekatkan pelayanan kesehatan ternak kepada masyarakat.
"Program Posyandu ternak ini difokuskan pada pemberian vaksinasi dan vitamin terhadap ternak," terang Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin HadiwijayaBaca Juga: Pemda Lombok Timur Gencarkan Vaksin PMK Dosis Keempat untuk Hewan Ternak
Dia menambahkan, vaksin ternak merupakan program rutin pemerintah daerah dalam rangka pencegahan PMK. Kegiatan Posyandu Ternak digalakkan di daerah dengan potensi peternakan cukup tinggi, seperti Desa Lendang Nangka Utara. (par/r7)
Editor : Marthadi