Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Taman RSUD dr Soedjono Selong Disulap Jadi Ruang Belajar Lingkungan

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 11 Februari 2026 | 16:59 WIB

OLAH SAMPAH: Kepala Unit IKLRS RSUD Soedjono Selong Mardianti saat memberikan materi Pengolahan Sampah kepada pengunjung RSUD Soedjono di taman rumah sakit.
OLAH SAMPAH: Kepala Unit IKLRS RSUD Soedjono Selong Mardianti saat memberikan materi Pengolahan Sampah kepada pengunjung RSUD Soedjono di taman rumah sakit.
 

Lombokpost-Di tengah waktu menunggu kabar keluarga yang dirawat, suasana taman RSUD dr Soedjono Selong justru berubah menjadi ruang belajar.

Pengunjung dan keluarga pasien tak hanya menanti, tetapi juga diajak mengenal cara sederhana mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat.

Taman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedjono Selong pagi itu terlihat cukup ramai oleh pengunjung.

Ruang terbuka yang biasanya digunakan sebagai ruang tunggu oleh pengunjung maupun keluarga pasien itu tampak sedikit berbeda dari hari-hari biasanya.

Momentum menunggu dimanfaatkan tim Unit Instalasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (IKLRS) RSUD dr Soedjono Selong untuk mengedukasi masyarakat tentang hidup sehat.

Kepala Unit IKLRS RSUD dr Soedjono Selong Mardianti menyampaikan setiap bulan tim IKLRS rutin memberikan penyuluhan hidup sehat kepada pengunjung dan keluarga pasien, terutama tentang pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal.

Lingkungan yang bersih sangat menentukan kesehatan.

“Setiap bulan kami berikan penyuluhan kesehatan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sasaran kami pada penyuluhan ini adalah pengunjung dan keluarga pasien yang sedang menunggu,” beber Mardianti kepada Lombok Post, Selasa (10/2).

Fokus utama penyuluhan ini adalah menciptakan lingkungan bersih dengan mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali.

Dalam penyuluhan itu, pengunjung diberikan pemahaman tentang cara memilah dan mengolah sampah rumah tangga. Rumah tangga merupakan salah satu produsen sampah.

“Sambil menunggu dan supaya tidak mudah bosan, kita berikan pembelajaran bagaimana mengolah sampah rumah menjadi pupuk yang bermanfaat,” katanya.

Setelah diberikan teori, para pengunjung langsung praktik mengolah sampah hingga siap dipanen, termasuk cara penggunaan pupuknya.

Tidak sampai di situ, masing-masing pengunjung juga diberikan brosur panduan pengolahan sampah sebagai pedoman di rumah.

Mereka juga diajak berkunjung ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk melihat proses pengolahan sampah menjadi pupuk di lingkungan rumah sakit.

“Di IPAL rumah sakit kita juga mengelola sampah. Para pengunjung ini sangat tertarik untuk belajar. Sehingga banyak yang minta untuk berkunjung ke IPAL,” katanya.

Pihaknya juga menyiapkan hadiah berupa EM4 larutan pembuatan pupuk kompos dan satu bungkus pupuk jadi yang diolah dari sampah organik rumah sakit untuk digunakan di rumah.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola hidup masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah dengan mendaur ulang sampah yang selama ini menjadi masalah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meminimalkan pembuangan sampah sembarangan atau ke TPA, tetapi juga membentuk pola hidup lebih sehat.

Jika sudah bisa membuat pupuk, masyarakat diharapkan tertarik mengembangkan tanaman di pekarangan rumah, seperti cabai, tomat, terong, dan sayuran menggunakan polybag.

“Kita harap Setelah mengikuti pelatihan ini masyarakat tidak lagi membuang sampah organik mereka. Tapi mereka bisa kelola sendiri untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya. 

Editor : Kimda Farida
#sampah #RSUD Selong #mengolah sampah #ikls #Lotim