Lombokpost-Sebanyak 1.401 calon jamaah haji (CJH) Lombok Timur (Lotim) telah mengikuti manasik haji tingkat kabupaten tahun 1447 H/2026. Kegiatan ini menjadi persiapan awal sebelum jamaah haji berangkat ke Tanah Suci.
"Kegiatan manasik haji ini sebagai bentuk persiapan sebelum calon jamaah haji kita berangkat ke tanah suci Makkah," terang Bupati Lotim Haerul Warisin.
Berhaji, kata dia, merupakan kesempatan yang sangat istimewa bagi umat muslim. Untuk itu, ia menekankan agar calon jamaah haji bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan maupun materi yang akan disampaikan pemateri.
Manasik merupakan petunjuk lahir batin dan gambaran rukun-rukun haji secara detail yang akan dilaksanakan saat pelaksanaan haji. Sehingga ia berharap jamaah tidak abai serta memperhatikan dan memahami dengan baik apa yang disampaikan oleh tutor manasik.
“Tidak semua orang diberikan kesempatan, kesehatan dan panggilan dari Allah SWT untuk berhaji. Untuk itu kami berharap jamaah tidak mengabaikan kegiatan ini," katanya.
Selain mengikuti manasik, bupati juga mengingatkan agar jamaah memperhatikan larangan selama ibadah haji. Seperti larangan berbuat maksiat, bertengkar, berdebat, atau berkata kotor serta berhubungan intim.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Lotim Makinudin menyampaikan, tujuan manasik adalah memberikan pemahaman kepada seluruh jamaah haji agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya dan meraih haji yang mabrur.
"Manasik akan diawali dari tingkat kabupaten dan berlangsung dari tanggal 10-14 Februari, kemudian dilanjutkan di tingkat kecamatan yang akan dilakukan di empat lokasi," terangnya.
Ia menyebutkan tahun ini, Lotim menjadi kabupaten dengan jumlah jamaah haji tertinggi, yakni sebanyak 1.401 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2025. Sementara untuk pemberangkatan akan dibagi menjadi lima kloter dan Lotim menjadi kloter pertama yang akan diberangkatkan di NTB.
"Alhamdulillah tahun ini seluruh jamaah haji juga mendapatkan jas dan jaket dari Pemkab Lotim. Ini akan menjadi ciri khas kita selain batik yang sudah didapatkan dari pusat,” tutupnya. (par/r7)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin