Lombokpost-Pembangunan International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) dimulai. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pengembangan rumput laut sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
ITSRC dibangun di kawasan Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim). Di lokasi yang sama, juga dibangun laboratorium spesialis kedokteran kepulauan. Kedua proyek tersebut merupakan kolaborasi Pemkab Lotim bersama Universitas Mataram (Unram) dengan dukungan pemerintah pusat.
“Rumput laut menjadi salah satu komoditas penting di masa mendatang, karena manfaatnya sangat banyak. Untuk itu pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan rumput laut, dan akan dimulai dari Lotim,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Jumat (13/1).
Sebagai pusat pengembangan rumput laut dunia, ia meyakini hal ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat, terutama masyarakat pesisir. Untuk itu keberadaan ITSRC dan kehadiran peneliti nantinya diharapkan dapat menghasilkan bibit rumput laut unggul.
Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemkab Lotim terhadap rencana pembangunan ITSRC. Keberadaan laboratorium beserta fasilitasnya diharapkan dapat berdampak pada pembangunan ekonomi masyarakat.
“ITSRC ini akan menjadi pusat penelitian rumput laut tropical dunia yang berkolaborasi dengan peneliti dunia. Kami harap ini dapat mengatasi berbagai permasalahan dalam peningkatan kualitas dan produktivitas rumput laut,” terangnya.
Sementara klinik kedokteran spesialis kepulauan ini akan menjadi satu-satunya di Indonesia, dan program ini merupakan satu dari tujuh program pendidikan dokter spesialis di Unram. Sehingga pembangunan klinik itu tidak hanya sekadar dibangun fisiknya, namun juga akan disiapkan dokter dan fasilitas untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Enam bulan ke depan sudah mulai dibangun. Lahan lokasi pembangunan ini hibah Pemkab Lotim. Kami berharap masyarakat Ekas terlayani kesehatannya, dan mengembangkan kawasan untuk sentra produksi rumput laut,” ujarnya.
Sementara itu, Wamen Kemendiktisaintek Prof Stella Christie menyampaikan cita-cita mewujudkan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia harus dimulai dari sekarang.
Terlebih pemerintah melalui Kemendiktisaintek telah menggandeng dua institusi penelitian dunia yaitu Universitas California, Berkeley dan Beijing Genomic Institute. (par/r7)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin