Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Rukhidatun Aini Taklukkan Olimpiade Nasional tanpa Fasilitas Mewah: Mampu Sabet Emas GSO dengan Handphone Sederhana saat Ujian

Supardi/Bapak Qila • Senin, 2 Maret 2026 | 22:03 WIB

Rukhidatun Aini siswi SMPN 3 Montong Gading yang berprestasi saat memperlihatkan piagam juara yang didapatkan dalam salah satu olimpiade yang diikuti beberapa waktu lalu.
Rukhidatun Aini siswi SMPN 3 Montong Gading yang berprestasi saat memperlihatkan piagam juara yang didapatkan dalam salah satu olimpiade yang diikuti beberapa waktu lalu.

LombokPost - Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, Rukhidatun Aini dari SMPN 3 Montong Gading, membuktikan prestasi bisa diraih dengan tekad dan disiplin belajar. Kerja kerasnya mengantarkan nama sekolahnya bersinar di ajang nasional.

LORONG tengah dekat ruang kepala sekolah dipenuhi puluhan piala, dari ukuran kecil hingga besar. Beberapa terlihat kusam dan berdebu, sebagian lain masih bersih dan baru.

Piala itu diraih siswa-siswi SMPN 3 Montong Gading di berbagai bidang. Prestasi terbaru ditorehkan siswi kelas X Rukhidatun Aini, 15 tahun, pada Olimpiade Global Student Olympiad
(GSO) tingkat nasional dengan meraih medali emas.Dibalik keberhasilan itu ada perjuangan berat yang dilalui, namun tekad dan semangatmembuatnya mampu melewati semuanya.

Aini menceritakan awal mengikuti olimpiade GSO bermula dari informasi temanmedia sosialnya yang sebagian besar dari luar daerah. Iadikirimkan link pendaftarandan kisi-kisi materi lomba.

“Teman di Instagram banyak dari Jakarta dan daerahdaerah lain, mereka yang kasih saya link dan kisi-kisi. Dari sana saya pelajari, kemudian
coba-coba ikut lomba tingkat provinsi. Alhamdulillah waktu itu saya dapat juara tiga,” beber Aini saat ditemui Lombok Post di sekolahnya.

Setelah meraih prestasi tingkat Provinsi, semangat belajarnya meningkat. Prestasi itu menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh dan
mengumpulkan sertifikat atau piagam, dengan harapan bisa masuk salah satu sekolah
favorit impiannya di Selong.

Kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan sehingga sulit melanjutkan pendidikan di sekolah favorit. Karena itu, ia berharap bisa masuk
melalui jalur prestasi.

“Keinginan besar saya daftar karena ingin menambah koleksi sertifikat prestasi supaya bisa masuk di sekolah impian,” ujar perempuan asal
Desa Montong Betok ini.

Setelah lolos tingkat Provinsi, ia mengikuti olimpiade GSO tingkat nasional yang terdiri dari tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Pendidikan AgamaIslam (PAI).

Olimpiade tingkat nasionalitu diikuti ribuan peserta dari berbagai sekolah yang dibagi dalam lima grup. Masing-masing grup berisi 200 peserta.Aini menjadi satu-satunya mewakili NTB dan meraihmedali emas dengan total nilai 403 atau nilai A.

“Total nilai saya 403 dan alhamdulillah dengan nilai itu nama saya keluar menjadi salah satu peserta yang mendapat medali emas,”
kata Aini, yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Saat mengikuti olimpiade, ia mengalami kendala fasilitas ujian. Aini tidak menggunakan komputer atau laptop seperti peserta lain, melainkan handphone sederhana miliknya yang lowbat dan
tanpa kouta internet. Namun hal itu tidak membuatnya menyerah, justru menambah semangatnya.

Sejak duduk di bangku SMP, Aini aktif mengikuti berbagai olimpiade dari tingkat kabupaten hingga nasional. Meski tidak selalu meraih juara, ia
tetap mendapatkan sertifikat.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Montong Gading Hilman mengungkapkan rasa bangga atas prestasi siswinya. Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain, khususnya kelas 7 dan 8, untuk terus berprestasi.

“Pesan yang selalu kami tanamkan kepada siswa adalah masa depan yang baik harus dipersiapkan
dengan baik. Dengan rajin belajar di sekolah dan di rumah,” ujar Hilman. 

Editor : Marthadi
#berprestasi #cerdas #prestasi #Lombok Timur #olimpiade