LombokPost - Kepala Kantor Haji dan Umrah Lombok Timur (Lotim) meminta masyarakat menunda sementara keinginan melakukan umrah. Hal ini menyusul ketegangan yang terjadi di Timur Tengah akibat perang Amerika, Israel dengan Iran.
“Kalau bisa ditunda dulu sambil menunggu kondisi aman,” terang Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lotim Makinuddin kepada Lombok Post, Jumat (6/3).
Ia meminta masyarakat bersabar sampai kondisi betul-betul aman. Agar seluruh proses umrah bisa dilakukan dengan aman, nyaman dan lancar. Tanpa ada rasa waswas bagi calon jamaah umrah maupun keluarga yang akan ditinggalkan.
Kementerian Haji dan Umrah juga telah menyikapi kondisi ini dengan mengeluarkan instruksi kepada semua calon jamaah umrah untuk menunda pemberangkatan. Penundaan dilakukan sampai situasi dan kondisi Timur Tengah betul-betul aman dan kondusif.
“Kementerian sudah mengeluarkan iimbauan, jadi kita di kabupaten siap menindaklanjuti arahan dari pusat, demi keamanan dan kenyamanan bersama,” katanya.
Terkait jamaah umrah yang belum bisa pulang, Makinuddin meminta keluarga jamaah juga diharapkan tetap tenang dan mendoakan keluarga yang sedang umrah agar tetap sehat. Diharapkan kondisi segera stabil sehingga seluruh tahapan atau proses ibadah umrah jamaah bisa berjalan lancar dan jamaah bisa kembali ke tanah air.
“Doakan saja keluarga kita yang di Saudi supaya tetap sehat dan kondisi di sana cepat stabil, sehingga mereka bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim Suroto meminta kepada warga negara Indonesia (WNI) yang sedang di negara-negara Timur Tengah melaporkan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat.
“Berdasarkan data Disnakertrans Lotim tahun 2023 tercatat sekitar 500 PMI yang bekerja di negara Timur Tengah. Belum lagi yang berangkat tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Suroto menyebut konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak terhadap keamanan. Namun juga dapat menghambat kepulangan PMI menjelang Hari Raya Idul Fitri ini. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic