Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 1 April

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 7 Maret 2026 | 19:54 WIB

KEMAH : Suasana area perkemahan di Pelawangan Sembalun Taman nasional Gunung Rinjani beberapa waktu lalu . Pemerintah menutup sementara secara total jalur pendakian Gunung Rinjan
KEMAH : Suasana area perkemahan di Pelawangan Sembalun Taman nasional Gunung Rinjani beberapa waktu lalu . Pemerintah menutup sementara secara total jalur pendakian Gunung Rinjan

LombokPost - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengumumkan aktivitas pendakian Gunung Rinjani akan kembali dibuka pada 1 April 2026 mendatang. Pendaki sudah bisa melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi e-Rinjani mulai hari ini Jumat (6/3).

“Saat ini aplikasi e-Rinjani sudah tersedia secara resmi di platform Android maupun iOS. Ini akan semakin memudahkan akses wisatawan,” terang Kepala Balai TNGR Mataram Budhy Kurniawan, Jumat (6/3).

Kata dia, seluruh jalur dan akomodasi di kawasan taman nasional telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan para pendaki. Selain memudahkan akses tiket, BTNGR juga melakukan perombakan dalam tata kelola pendakian.

Tahun ini, pihaknya akan memperketat pengawasan aktivitas pendaki dengan memanfaatkan sistem digital. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pendaki dan kelestarian ekosistem.

“Pengawasan dan pemantauan akan kita tingkatkan untuk memastikan keselamatan para pendaki,” jelasnya.

Disebutkan, untuk menjaga kebersihan Rinjani, program Zero Waste terus digalakkan. Program ini dinilai cukup efektif mengurangi volume sampah di Rinjani. Penerapan aturan Zero Waste juga diberlakukan secara menyeluruh.

“Aturan ini sekarang berlaku menyeluruh, tidak hanya bagi pengunjung, namun juga untuk para porter dan pemandu (guide),” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyiagakan peralatan rescue. Bahkan secara rutin menggelar simulasi bersama unit SAR Mataram. Peralatan ini disiapkan untuk respons cepat jika terjadi kejadian darurat di lapangan atau ada pendaki terjatuh.

Selain itu, sejumlah petugas juga akan ditempatkan di titik-titik rawan pendakian. Hal ini untuk memantau dan mengantisipasi adanya kecelakaan di pendakian serta menjamin keamanan wisatawan.

“Sebelum pembukaan resmi, kami akan menggelar acara Rinjani Begawe yang dijadwalkan pada 28 Maret mendatang. Kegiatan ini sebagai simbol kesiapan menyambut musim pendakian 2026,” jelasnya. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#pendaki #Gunung Rinjani #BTNGR #pendakian #Lotim