Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Link Coffee, Kedai Kopi Sederhana Favorit para Turis, Dari Hobi Ngopi, Belajar Otodidak di YouTube Hingga Berhasil Ciptakan Minuman Best Seller

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:33 WIB

KOPI NIKMAT: Pengunjung menikmati sajian kopi di Link Coffee, Masbagik Utara, belum lama ini.
KOPI NIKMAT: Pengunjung menikmati sajian kopi di Link Coffee, Masbagik Utara, belum lama ini.

Lombokpost- Di sudut permukiman padat di Masbagik Utara, sebuah kedai kopi sederhana justru ramai dikunjungi penikmat kopi. Tidak hanya warga lokal, turis mancanegara pun kerap datang menikmati racikan kopi di tempat itu.

Namanya Link Coffee. Tempatnya tidak terlalu mewah. Namun tertata rapi, bersih, dan cukup menarik. Lokasinya di Dusun Koko Daya, Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik. Meski berada di permukiman padat penduduk, suasananya cukup menenangkan untuk menikmati malam dengan secangkir kopi.

Kedai ini hampir tak pernah sepi pengunjung. Pengunjungnya tidak hanya warga lokal. Sebagian terlihat merupakan warga negara asing (WNA).

Ahmad Fanani, pemilik Link Coffee, bercerita kedai kopi itu berawal dari hobinya minum kopi. Ia bahkan tidak pernah terpikir membuat kedai kopi. Tempat itu awalnya direncanakan menjadi lesehan.

“Dulu tempat ini lesehan, tapi saat bapak saya meninggal akhirnya tempat ini kosong,” bebernya, Senin (9/3).

Karena tempat itu lama kosong, ia membawa alat meracik kopi miliknya ke lokasi itu. Tujuannya agar bisa menikmati kopi bersama teman-temannya. Ilmu membuat kopi ia pelajari secara otodidak melalui internet dan tutorial YouTube.

Karena tidak memiliki ilmu di bidang kopi, ia tidak berniat membuka usaha kopi. Namun banyak teman yang datang ke tempat itu. Mereka menyarankan agar ia menjual kopi. Hingga akhirnya kedai Link Coffee berjalan.

“Malu jual kopi karena ilmu di bidang kopi tidak ada. Takut pembeli tidak suka. Tapi karena banyak teman-teman yang datang dan suka dengan kopi buatan saya, mereka rekomendasikan untuk membuat coffee shop,” katanya.

Sejak itu ia semakin rutin belajar. Ia juga berdiskusi dengan pegiat kopi. Setiap bertemu pegiat kopi, ia tidak malu bertanya cara meracik kopi yang baik.

Berkat perjuangan itu, ia mampu meracik berbagai jenis minuman kopi. Mulai dari kopi rasa lokal hingga varian internasional. Ia juga membuat satu jenis minuman kopi yang tidak dimiliki di tempat lain.

“Ada satu minuman kopi yang memang tidak dimiliki di tempat-tempat lain. Bahkan itu menjadi salah satu minuman best seller di sini,” terangnya.

Kini kedai kopi miliknya menjadi tempat favorit tamu mancanegara. Terutama yang menginap di Desa Tetebatu, Jeruk Manis, Tetebatu Selatan, dan sekitarnya. Setiap hari tempat ini tidak pernah sepi dari turis yang datang menikmati kopi buatannya.

Di bulan Ramadan ini pengunjung kedainya hampir selalu ramai. Bahkan lebih ramai dari hari biasa. Meskipun jam bukanya dari selesai tarawih hingga pukul 23.00 Wita.

Untuk stok kopi biasanya ia datangkan dari Sembalun dan luar daerah. Permintaan kopi saat ini meningkat. Hal ini membuat kedai kopi mulai menjamur. Namun kondisi ini juga berdampak pada harga bahan baku yang semakin mahal.

Tidak hanya mahal, bahan baku kopi juga kadang sulit didapatkan. Di sisi lain, ia mengaku senang. Fenomena ini dinilai dapat mengangkat potensi kopi Lombok Timur (Lotim). Seperti di Sembalun, Sapit, Jeruk Manis, dan daerah lainnya. (*/r7)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#kedai #Kedai Kopi #kopi #Lotim #wisatawan mancanegara