Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perjuangan Lalu Abdul Fatah Meningkatkan Minat Baca Anak di Lombok Timur (2-Habis)

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 17 Maret 2026 | 13:30 WIB

PENGHARGAAN LITERASI: Lalu Abdul Fatah saat menerima penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) sebagai Komunitas Peduli Pendidikan Dedikatif dalam mendorong transformasi pendidikan
PENGHARGAAN LITERASI: Lalu Abdul Fatah saat menerima penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) sebagai Komunitas Peduli Pendidikan Dedikatif dalam mendorong transformasi pendidikan
 

Lombokpost-Perpustakaan Lembah Hijau tidak hanya menjadi tempat membaca. Dari sana lahir berbagai gerakan literasi yang perlahan menjangkau sekolah, mahasiswa, hingga komunitas di berbagai wilayah Lombok Timur.

Untuk menarik minat baca masyarakat tidak mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Bahkan tantangan itu datang dari orang-orang sekitar. Itulah yang dialami Lalu Abdul Fatah. Ia kesulitan mengajak masyarakat Kelurahan Ijobalit datang berkunjung ke Perpustakaan Lembah Hijau.

Padahal Lurah Ijobalit sudah sering menyosialisasikan perpustakaan ini di berbagai forum masyarakat. Ia juga sering bertemu guru atau kepala sekolah di beberapa sekolah di Kelurahan Ijobalit. Harapannya, mereka mau mengajak murid membaca buku di perpustakaan.

"Bahkan, saya sudah berteman dengan para guru di medsos dan mereka sering lihat aktivitas di perpustakaan. Tentu saja, merekalah yang saya utamakan untuk bisa menikmati fasilitas bacaan ini," jelasnya.

Namun, jumlah siswa dari sekolah-sekolah di Kelurahan Ijobalit yang berkunjung masih sedikit. Baru dua sekolah yang aktif datang, satu TK dan satu SD di Ijobalit yang mengajak murid berkunjung. Selebihnya jarang, bahkan tidak pernah datang.

Justru kata dia, yang lebih sering datang ke Perpustakaan Lembah Hijau adalah sekolah-sekolah dari luar Ijobalit. Seperti dari Kecamatan Pringgabaya, Sikur, hinggga Selong.

"Selain sekolah, mahasiswa dari berbagai kampus di Lotim juga sering ke sini," katanya.

Melihat kondisi itu, ia berencana membuat wahana permainan baru. Seperti wahana yang dulu dikenal di Lembah Hijau atau atraksi lain yang dapat menarik masyarakat datang berkunjung ke Perpustakaan Lembah Hijau.

Selain koleksi pribadi yang berjumlah sekitar 400 judul, buku di Perpustakaan Lembah Hijau banyak didapat dari kiriman, hibah, hingga donasi berbagai pihak. "Paling banyak donasi perorangan. Hingga 2026 ini, total buku kami mencapai kurang lebih 2.700 eksemplar," katanya.

Sejak 2024, ia merekrut relawan untuk membantu menjalankan berbagai program di Perpustakaan Lembah Hijau. Saat ini jumlah relawan mencapai 27 orang. Selain aktif di perpustakaan, ia bersama relawan juga melakukan kegiatan literasi di luar, seperti kunjungan ke sekolah atau kemah literasi.

Selain itu, ia juga menggelar lapak baca di Taman Rinjani dan Taman Tugu Selong. Mereka juga mengadakan pelatihan membacakan nyaring, pelatihan menulis, serta meminjamkan buku ke sekolah-sekolah di Lotim.

"Di perpustakaan sendiri, kegiatan baca di tempat, atau pinjam buku masih berlangsung hingga kini. Apalagi di dekat kami ada pondok pesantren. Para santri inilah yang paling rajin ke perpustakaan, karena mereka tidak dibolehkan bawa hp, jadi alternatif hiburannya membaca buku," bebernya.

Selain perpustakaan, tempat itu juga sering digunakan untuk kegiatan luar ruang seperti kemah literasi. Bahkan baru-baru ini Perpustakaan Lembah Hijau mendapatkan bantuan dari Pemkab Lotim berupa rumah singgah atau penginapan.

Penginapan diperuntukkan bagi tamu yang datang ke Lotim terkait urusan literasi. Rumah singgah ini bisa digunakan gratis oleh mereka yang memiliki kepentingan di bidang edukasi dan literasi.

Tidak hanya membaca buku yang ditekankan. Berbagai aktivitas juga dilakukan, seperti bermain dan membuat karya yang idenya terkait buku yang dibacakan.

Berkat kerja kerasnya, Perpustakaan Lembah Hijau sejauh ini mendapatkan berbagai penghargaan. Salah satunya penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) sebagai Komunitas Peduli Pendidikan Dedikatif dalam mendorong transformasi pendidikan di Provinsi NTB tahun 2024.

"Kami harap lebih banyak lagi orang tua dan sekolah yang peduli dengan literasi anak-anak. Membaca adalah keterampilan hidup yang berguna sampai kapan pun dalam berbagai ranah kehidupan," tandasnya (*/r7)

Editor : Kimda Farida
#membaca #literasi #buku #perpustakaan #Lotim