LombokPost-Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur (Lotim) mengusulkan penambahan kuota murid Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 3 Lotim. Kuota yang tersedia dinilai masih terbatas jika dibandingkan jumlah penduduk miskin di Lotim.
"Kita sudah usulkan supaya kouta bisa ditambah. Kouta setiap tahun itu memang 100 orang, kita berharap itu bisa bertambah lagi," terang Kepala Dinas Sosial Lotim Sitti Aminah.
Untuk SRD 3 Lotim yang berada di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lotim, saat ini baru memiliki dua kelas, yakni kelas 1 dan kelas 2 atau dua angkatan.
Baca Juga: Bukan Sekolah Biasa, Wamensos Agus Jabo Bongkar Rahasia Sekolah Rakyat
Gedung yang digunakan masih bersifat sementara. Rencananya, SRD Lotim akan dibangun di daerah Jerowaru.
Kuota 100 orang per angkatan merupakan ketentuan nasional. Setiap tahun ajaran baru, kuota tersebut harus terpenuhi dan tidak boleh kurang.
Jika jumlah siswa berkurang, sekolah wajib mencari pengganti.
"Kuotanya hanya seratus, kita tidak boleh melebihi itu standar nasional. Kalau dia berkurang, kita akan rekrut lagi penggantinya," imbuhnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Lombok Utara Mulai Dibangun
Salah satu syarat masuk SRD adalah berasal dari keluarga miskin yang berada di desil satu dan dua. Seluruh biaya hidup selama tinggal dan mengikuti program di Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah.
Aminah menyebut, total biaya setiap anak dalam program SRD mencapai Rp 4 juta per bulan. Jika ada siswa yang mengundurkan diri, akan langsung diganti.
"Sekolah ini untuk mengakomodir masyarakat yang kurang mampu, semua biaya ditanggung pemerintah sampai mereka selesai," katanya.
Setiap siswa mengikuti program selama enam tahun, sama seperti sekolah formal. Pembelajaran dan kurikulumnya juga sama.
Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Untuk tenaga guru, masih terdapat kekurangan. Dinsos telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar, seperti guru olahraga, guru seni budaya, dan guru agama.
"Untuk guru memang kami masih kekurangan, tetapi kami sudah lakukan koordinasi dengan Dikbud untuk bisa mensupport kebutuhan guru. Dia statusnya guru tamu," jelasnya.
Sebelumnya Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya menyampaikan perkembangan program pendidikan unggulan dari pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, yang merupakan sekolah unggulan untuk siswa-siswa pilihan yang dipersiapkan melanjutkan studi ke berbagai pendidikan terbaik di dunia. Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM di Lotim di masa mendatang.
"Mudah-mudahan keberadaan sekolah-sekolah unggulan di Lotim, dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita dan menceritakan SDM yang unggul di masa mendatang,” katanya.
Editor : Akbar Sirinawa