LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) siap menerapkan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah sesuai arahan pemerintah pusat. Namun, kebijakan ini masih membutuhkan kajian dan penyesuaian.
"Kita mendukung kebijakan WFH. Tetapi ini harus kita pertimbangkan dulu, terutama di beberapa instansi yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Bupati Lotim Haerul Warisin, Senin (6/4).
Pihaknya akan melihat dinas yang bisa bekerja dari rumah dan yang tidak. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas tetap dibutuhkan masyarakat.
Ia menilai instansi yang bersifat pelayanan umum tidak bisa menerapkan WFH dan harus tetap bekerja penuh. Namun, hal ini akan dikoordinasikan dengan pimpinan masing-masing dan melalui kajian, termasuk di bidang kesehatan.
"Setelah kajian itu, kita akan mengetahui berapa jumlah pegawai di setiap OPD dan berapa yang harus bekerja dari rumah maupun tetap masuk kantor. Penerapan WFH ini untuk efesien yang dilakukan oleh pemerintah pusat, "katanya.
Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya menegaskan, daerah harus bersiap menghadapi ancaman krisis energi akibat perang Iran-Israel. Sebagian besar bahan bakar minyak (BBM) dunia berasal dari Timur Tengah.
Baca Juga: Kodim Lotim Amankan Terduga Pengedar dan Pemakai Sabu
"Pemerintah pusat sudah memperingatkan kita sejak 2025 dan berlanjut tahun 2026 dengan pemangkasan anggaran Rp 405 miliar untuk Lotim, "katanya.
Ia menambahkan, efisiensi tidak hanya pada keuangan daerah, tetapi juga hingga desa melalui pemangkasan dana desa. Desa kini menerima rata-rata Rp 370 juta dari sebelumnya lebih dari Rp 1 miliar.
Editor : Akbar Sirinawa