LombokPost - Satgas elpiji Lombok Timur (Lotim) melakukan sidak ke sejumlah kandang ayam di Kecamatan Wanasaba.
Dalam sidak itu, petugas menemukan dua kandang ayam menggunakan gas elpiji 3 kilogram untuk penghangat kandang dalam jumlah banyak.
"Petugas menemukan tumpukan tabung gas 3 kilogram di dua kandang yang digunakan untuk pemanas kandang ayam skala besar," terang Sekda Lotim M Juaini Taofik, Minggu (12/4).
Baca Juga: Warga Sampai Pingsan Antre Gas, Aktivis Lotim Cium Aroma "Permainan" Stok Elpiji 3 Kilogram
Terkait temuan ini, satgas telah berkoordinasi dengan para peternak untuk beralih menggunakan gas elpiji non subsidi. Peternak diberikan waktu tiga hari untuk segera beralih.
Tindakan ini diakui bukan untuk mematikan usaha rakyat, melainkan meluruskan dan membimbing pengusaha ke aturan yang benar. Terlebih saat ini kondisi gas elpiji masih dibutuhkan masyarakat.
"Kami sudah meminta Dinas Perdagangan untuk mendata hasil transisi penggunaan gas elpiji secara berkala. Kami juga sudah minta Satpol PP mengawal proses penertiban," ujarnya.
Baca Juga: 73.620 Tabung Elpiji Dipasok ke NTB
Juaini menyebut Pemkab Lotim akan memfasilitasi penukaran tabung 3 kilogram milik pengusaha ke tabung ukuran 12 kilogram atau non subsidi melalui kerja sama dengan Pertamina. Skema ini menjadi solusi agar ekonomi peternak tetap berputar tanpa melanggar regulasi.
Dari hasil sidak, penggunaan gas elpiji 3 kilogram di kandang ayam pembesaran cukup tinggi, yakni mencapai 40 hingga 60 tabung per 10 hari. Praktik ini dinilai menyalahi aturan dan mengambil jatah masyarakat miskin.
“Bagi pelaku usaha yang tidak kooperatif, dengan terpaksa akan kita lakukan penutupan,” katanya.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok Elpiji 3 Kg di Lombok Tetap Aman, Extra Dropping 200.000 Tabung untuk NTB
Kelangkaan gas di tingkat bawah selama ini diduga akibat ketidaktepatan distribusi. Satgas elpiji Lotim akan memfokuskan pengawasan di tingkat pangkalan untuk memastikan gas elpiji tepat sasaran.
Sementara itu, Camat Wanasaba Arfani Muammar Masany menyampaikan, dalam sidak tersebut, dari empat kandang ayam yang dikunjungi, dua kandang menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Satu kandang menggunakan 40 elpiji dan satu lagi menggunakan 60 tabung elpiji.
"Kita turun ke empat kandang, dan 2 ditemukan menggunakan LPG 3 kg. Ada 40 dan 60 tabung," katanya.
Dari hasil sidak tersebut, satgas elpiji dan kecamatan melarang penggunaan elpiji 3 kilogram dan mengarahkan beralih ke elpiji non subsidi. Peternak diberikan waktu 3 hari.
"Satgas elpiji kabupaten akan membantu koordinasi dengan Pertamina untuk peralihan menggunakan elpiji non subsidi agar bisa cepat diproses," katanya. (par/r7)
Editor : Redaksi