Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Lombok Timur Soroti Salah Sasaran Gas Melon

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 14 April 2026 | 15:16 WIB
BAHAS KELANGKAAN: Bupati Lombok Timur melakukan rapat koordinasi bersama dengan Pertamina, agen dan perwakilan pangkalan terkait kelangkaan gas 3 kilogram. (PKP UNTUK LOMBOK POST)
BAHAS KELANGKAAN: Bupati Lombok Timur melakukan rakor bersama dengan Pertamina, agen dan perwakilan pangkalan terkait kelangkaan gas 3 kilogram. (PKP UNTUK LOMBOK POST)

LombokPost - Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengakui kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi sejak akhir Ramadan hingga saat ini.

Kondisi itu dipicu penggunaan tidak sesuai peruntukan dan kepanikan masyarakat yang membeli secara berlebihan.

“Berdasarkan temuan Satgas Elpiji kemarin, elpiji 3 kilogram banyak juga digunakan tidak sesuai peruntukannya,” tegas Bupati Lotim Haerul Warisin saat rapat koordinasi bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan, Senin (13/4).

 Baca Juga: Gas LPG 3 Kg Sempat Langka dan Mahal di Lombok Timur, Pertamina Patra Niaga Tambah 59 Ribu Tabung!

Untuk itu, ia berharap Pertamina bisa melakukan super ekstra droping elpiji 3 kilogram untuk menekan panic buying di masyarakat.

“Proses droping akan dibarengi dengan pengawasan yang ketat oleh satgas elpiji kabupaten agar penggunaan elpiji ini betul-betul tepat sasaran,” ungkapnya.

Bupati mengatakan, pemkab juga memikirkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan mengusulkan penggunaan data desil agar penggunaan gas 3 kilogram bisa tepat sasaran.

 Baca Juga: Peternak Nakal ‘Sedot’ Elpiji Subsidi

 Agen juga diharapkan melakukan pendistribusian elpiji dengan tidak mengurangi jatah kepada pangkalan.

Sales Branch Manager Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga Tommy Wisnu menyampaikan, terkait permintaan super ekstra droping pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke pusat terlebih dahulu. “Mulai 1-14 April, untuk pendistribusian elpiji di Lotim mencapai 40.556 per hari,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan agen, Reza mengungkapkan, pihaknya telah meminta pangkalan mengimbau masyarakat agar membeli masing-masing satu tabung gas.

Baca Juga: Warga Sampai Pingsan Antre Gas, Aktivis Lotim Cium Aroma "Permainan" Stok Elpiji 3 Kilogram

“Para agen tidak bisa berbuat banyak, Pertamina pun kewalahan. Saat ini tren masyarakat membeli sekaligus tabung dan isinya,” ujar Reza.

Ia menambahkan, penyaluran tambahan yang dilakukan sudah melebihi alokasi normal. Agen tetap mengingatkan agar penjualan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Disebut di Lotim terdapat sekitar 1.000 kandang ayam dan beberapa di antaranya menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Mitra Dapur MBG juga disebut ada yang menggunakan elpiji 3 kilogram.

Sekda Lotim Muhammad Juaini Taofik mengatakan, pihaknya bersama satgas telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi. Satgas bersama agen juga telah menggelar operasi pasar untuk stabilisasi. Menurutnya, ekstra droping dan skema fakultatif seharusnya sudah aman.

“Saat ini alokasi sudah sangat melebihi penyaluran normal, kami berharap kondisi dapat segera kembali seperti semula,” pungkasnya. (par/r7)

Editor : Redaksi
#elpiji 3 kilogram #kelangkaan #pangkalan #gas melon #panic buying