Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menara Pengukur Angin Dibangun di Dusun Lendak Bare Sekotong, Langkah Awal Proyek PLTB 60 MW

Hamdani Wathoni • Senin, 20 April 2026 | 12:11 WIB
MULAI DIBANGUN: Pembangunan menara pengukuran angin (met mast) di Dusun Lendak Bare, Desa Buwun Mas, Sekotong Jumat (17/4) menjadi langkah awal pengembangan PLTB berkapasitas 60 MW di Lombok Barat.(TONI/LOMBOK POST)
MULAI DIBANGUN: Pembangunan menara pengukuran angin (met mast) di Dusun Lendak Bare, Desa Buwun Mas, Sekotong Jumat (17/4) menjadi langkah awal pengembangan PLTB berkapasitas 60 MW di Lombok Barat.(TONI/LOMBOK POST)

LombokPost - LombokPost - Upaya pengembangan energi terbarukan di NTB terus bergerak.

PT Berkah Energi Lombok (PT BEL) bekerja sama dengan SHINE Green  

Energy (Beijing) Investment Co., Ltd. memulai pembangunan menara pengukuran angin atau meteorological mast (met mast) di Dusun Lendak Bare, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat,  Jumat (17/4).
 
"Pembangunan menara ini menjadi langkah lanjutan dalam rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di wilayah tersebut dengan kapasitas awal 2 x 30 megawatt (MW)," jelas Direktur PT BEL Angga Apryanto Saputra, Jumat (17/4).
 
Baca Juga: Turis Skotlandia Jadi Korban Pencurian di Sekotong, Polisi Amankan Penadah
 
Penelitian potensi angin di kawasan Sekotong,  kata dia, telah dilakukan selama tiga tahun terakhir. 
 
Pembangunan menara ini tindaklanjut dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2033.
 
"Sekarang kita masuk ke tahap studi untuk mengetahui secara spesifik pola angin, kapan angin kencang, serta arah angin yang paling sesuai untuk desain turbin selama jangka waktu 1 tahun” jelasnya.
 
Baca Juga: Azkiyan Juara 1 Taekwondo Porjar NTB 2026, Siswa SMPN 1 Sekotong Tak Terkalahkan
 
Selain kapasitas awal 60 MW, PLTB di Lombok juga memiliki potensi pengembangan lanjutan hingga mencapai 115 MW.
 
Listrik yang dihasilkan nantinya akan terhubung ke jaringan PLN (on-grid).
 
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin menyebut proyek ini sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan energi fosil yang rentan terhadap dinamika geopolitik global.
 
Baca Juga: Menikmati Ketenangan Tak Bertepi di Pelukan Alam Sekotong
 
"Ketika terjadi konflik atau perang, pasokan energi bisa terganggu. Karena itu, kita harus mencari sumber energi alternatif yang murah dan terbarukan seperti angin," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Didik Mahmud Gunawan Hadi menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam keberhasilan proyek ini.
 
"Selain sebagai sumber energi, ini juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi ekowisata. Anginnya di sini cukup bagus dan konsisten,” katanya.
 
Camat Sekotong Andi Purnawan turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga fasilitas yang dibangun.
 
Ia berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.
 
"Kita harus jaga bersama, karena nanti kita juga yang akan merasakan manfaatnya," ucapnya.
 
Kegiatan ini turut dihadi para pemangku kepentingan seperti Kapolsek Sekotong, serta Ketua Jasa Kelistrikan Indonesia Tumpal Gultom.
 
Dengan dimulainya pembangunan menara pengukuran angin ini, Sekotong semakin dilirik sebagai salah satu kawasan potensial pengembangan energi baru terbarukan di NTB.
 
Jika proyek ini terealisasi, tidak hanya memperkuat ketahanan energi daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. (ton/r2) 
Editor : Redaksi
#energi #Terbarukan #Listrik #Sekotong