LombokPost - Pemkab Lombok Timur (Lotim) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar panen raya jagung di Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya. Kegiatan ini diharapkan mendukung program ketahanan pangan nasional.
Bupati Lotim Haerul Warisin mengatakan, program tersebut dibiayai Baznas RI melalui bantuan pengembangan tanaman jagung dan padi. “Panen raya jagung ini dibiayai Baznas RI. Proyek yang diberikan bantuan tanaman jagung seluas 50 hektare dan tanaman padi 25 hektare,” katanya, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, luas lahan irigasi teknis di Lotim mencapai sekitar 45 ribu hektare. Sementara lahan kering mencapai sekitar 113 ribu hektare yang tersebar di Kecamatan Pringgabaya, Sambelia, Sakra Timur, Keruak, dan Jerowaru.
Baca Juga: Panen Raya Diproyeksi Hasilkan 250 Ribu Ton Gabah di Lombok Tengah
Menurutnya, karakteristik lahan kering di wilayah utara dan selatan berbeda. Di wilayah utara, petani memanfaatkan sumur bor untuk musim tanam kedua, seperti jagung, cabai, dan tanaman lainnya.
“Kalau lahan kering di selatan, saat musim hujan air ditampung di embung. Air itu digunakan untuk musim tanam kedua, baik tembakau maupun padi,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Lotim. Selain bantuan pertanian, Pemkab juga mendaftarkan petani sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kerja.
Baca Juga: Stabilisasi Harga Pasar, Bank Indonesia Panen Raya Cabai Rawit Petani Binaan di KLU
“Kalau BPJS kesehatan sudah otomatis. Tapi BPJS ketenagakerjaan tergantung inovasi pemerintah. Kami mengambil kebijakan untuk komunitas tertentu dibayarkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, panen raya ini merupakan bentuk komitmen Baznas dalam mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan panen raya ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Baznas kepada para muzaki,” ujarnya.
Baca Juga: Pemberdayaan Warga Binaan Berbuah Hasil, Panen Raya Lapas Lobar Hasilkan 3,8 Ton Padi
Ia menjelaskan, jagung yang dipanen berasal dari dana zakat yang dikelola Baznas. Lahan jagung di Lotim mencapai 50 hektare, sementara padi sekitar 20 hektare.
Keberhasilan program ini diharapkan mendorong muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Dana tersebut akan disalurkan dalam berbagai program pemberdayaan, seperti pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, hingga pendidikan.
Sodik juga mengapresiasi Pemkab Lotim yang mendukung program tersebut, termasuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani. “Ini luar biasa. Petani harus memanfaatkan jaminan ini untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya. (par/r7)
Editor : Redaksi