Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah Dapur MBG Diharapkan Diolah Jadi Pakan Magot dan Biogas

Supardi • Kamis, 7 Mei 2026 | 19:25 WIB
TIMBUN SAMPAH: Dua alat berat saat menimbun sampah-sampah di TPA Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji untuk mengurangi lalat yang dapat menyebarkan penyakit
TIMBUN SAMPAH: Dua alat berat saat menimbun sampah-sampah di TPA Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji untuk mengurangi lalat yang dapat menyebarkan penyakit.

LombokPost - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijo Balit Kecamatan Labuhan Haji terancam overload menyusul tingginya volume sampah yang masuk mencapai 112 ton per hari. Kondisi ini mendorong pengelola TPA meminta dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur (Lotim) mengolah sampah dari sumber untuk mengurangi beban penumpukan.

“Harapan kita kepada semua dapur ini bisa mengolah sampah basah di masing-masing dapur, untuk menghasilkan magot misalnya, karena rata-rata sampah dari dapur ini adalah sampah basah,” terang Kepala UPT TPA Ijo Balit Suhardan, Rabu (6/5).

Sampah yang dihasilkan dapur MBG sebagian besar berupa sampah sayur-sayuran sehingga masih bisa dimanfaatkan dan tidak seharusnya langsung dibuang ke TPA. Selain menjadi pakan magot, sampah sayur-sayuran ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat biogas, termasuk pupuk organik yang bisa digunakan kembali.

Baca Juga: Sampah Disulap Jadi Bahan Bakar! Pertamina Gandeng Perusahaan AS, Siap Buka Investasi Energi Bersih di Indonesia

“Memang sampah basah ini besar kegunaannya, kita bisa menghasilkan gas dan juga bisa menghasilkan magot, terlebih magot kan sangat dibutuhkan sebagai pakan,” jelasnya. 

Kata dia, kapasitas TPA saat ini hanya mampu menampung sampah untuk lima tahun ke depan. Sehingga inovasi dari sumber sampah sangat diperlukan. Pihaknya telah bekerja sama dengan seluruh dapur MBG, namun pengolahan di sumber tetap dibutuhkan.

“Untuk itu kami mendorong agar sampah dari dapur ini diolah. Agar tidak semua langsung terbuang ke TPA. Sistem pengolahan yang kami terapkan di TPA ini adalah controlled fill, di mana penimbunan sampah dilakukan setiap empat hari sekali,” jelasnya.

Baca Juga: Strategi Kantong Kuning DLH Redam Sampah di Kawasan Asrama Haji

Metode penimbunan ini bertujuan mencegah banyaknya lalat yang dapat menjadi sumber penyakit sekaligus mempercepat degradasi sampah. Seluruh lahan TPA juga dilengkapi lapisan kedap air untuk mencegah limbah meresap ke tanah.

Bahkan pihaknya memberdayakan 125 pemulung untuk melakukan pemilahan di TPA. Namun saat ini belum ada depo penampungan khusus untuk sampah plastik sehingga upaya pengurangan sampah sangat dibutuhkan dari sumbernya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Fathurrahman mengatakan kondisi TPA Ijo Balit terancam segera overload, melihat jumlah sampah yang masuk mencapai 112 ton per hari, bahkan lebih banyak saat musim hujan.

Baca Juga: Holiday Resort Lombok Catat 1,4 Ton Sampah Dikelola Mandiri Sepanjang April 2026

“Yang 112 ton per hari ini, dari kecamatan yang kami layani saja. Belum kecamatan yang lain. Ini artinya bahwa dibutuhkan penanganan serius masalah sampah ini,” terangnya. 

Luas lahan TPA Ijo Balit mencapai 10,87 hektare, dengan yang sudah terpakai sekitar 7,7 hektare. Dengan sisa lahan dan total penduduk 1,4 juta jiwa, TPA terancam overload dalam waktu dekat. (par/r7)

 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Over Kapasitas #sampah #TPA #Mbg #Lotim