LombokPost - Uang kiriman dari luar negeri selama ini lebih sering habis untuk kebutuhan sehari-hari. Kini, sejumlah keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Kalijaga Timur mulai diajak memikirkan cara lain agar remitansi bisa menjadi sumber penghasilan baru.
Puluhan ibu-ibu tampak fokus mendengarkan materi yang disampaikan para narasumber di depan ruangan. Sesekali tangan mereka terangkat, menyampaikan pertanyaan yang mungkin selama ini hanya tersimpan di benak masing-masing.
Hari itu, para ibu yang merupakan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti pelatihan mikro yang diadakan Pemerintah Desa Kalijaga Timur bersama Lembaga Sosial Desa (LSD). Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya pemberdayaan dan pendampingan agar keluarga PMI dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Baca Juga: Cerpen Siswa SMAN 1 Terara Raih Juara Nasional, Angkat Kisah PMI NTB
Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton menyampaikan pelatihan pengembangan usaha mikro ini dikhususkan bagi keluarga PMI di Desa Kalijaga Timur. Kegiatan itu dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Sosial Desa (LSD) dan Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI).
“Kita ingin kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif yang dapat memberikan pemberdayaan kepada para keluarga PMI di Kalijaga Timur,” terang Hiswaton, Senin (11/5).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan yang dikirim keluarga mereka dari luar negeri agar bisa dikembangkan melalui usaha.
Baca Juga: SBMI Ungkap Praktik Perekrutan Ilegal PMI, Pemprov NTB Siapkan Langkah Penguatan
Dengan langkah itu, remitansi diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif sehari-hari. Namun juga dapat dikembangkan melalui usaha sehingga mampu mengubah perekonomian keluarga PMI.
“Ketika mereka dikirimkan, uang itu tidak langsung habis begitu saja. Sehingga dengan langkah ini para PMI tidak terus menerus pergi merantau,” jelasnya.
Setelah pemberian materi, keluarga PMI juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari LSD. Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan hingga pengembangan usaha yang dinilai sesuai untuk dijalankan.
Baca Juga: Warga Keluhkan Debu Galian C dan Jalan Rusak Parah Desa Kalijaga Timur
Keberadaan LSD Kalijaga Timur tidak hanya melakukan pemberdayaan terhadap keluarga PMI. Bersama pemerintah desa, lembaga itu juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak berangkat secara ilegal ke luar negeri.
“Di desa kita sudah membentuk Lembaga Sosial Desa yang menjadi pendamping keluarga dan mengadvokasi masyarakat menjadi PMI,” jelasnya.
Pemdes Kalijaga Timur juga telah membuat Peraturan Desa (Perdes) terkait peran pemerintah desa dalam pemberdayaan dan reintegrasi sosial PMI beserta keluarganya.
Baca Juga: Hujan Datang, Jalan Kalijaga Timur Jadi Kubangan
Melalui berbagai upaya itu, masyarakat Kalijaga Timur yang hendak bekerja ke luar negeri diharapkan dapat berangkat secara resmi sehingga bisa bekerja dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Ketua LSD Kalijaga Timur Bastiarman menyampaikan, kegiatan serupa sudah sering dilakukan di beberapa dusun di Desa Kalijaga Timur. Selain pelatihan, LSD juga melakukan kegiatan konseling bagi keluarga PMI.
“Untuk kegiatan pelatihan usaha mikro hari ini diikuti oleh 25 peserta. Kita harap melalui kegiatan ini para keluarga PMI bisa mengelola uang remitansi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutupnya. (*/r7)
Editor : Prihadi Zoldic