LombokPost-Klinik Internasional Nusa Medica di Sembalun ditargetkan beroperasi pada minggu pertama Juni mendatang.
Kehadiran klinik ini akan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung ke Sembalun, terutama para pendaki.
Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Group dr Rosalia Puspita Jaya mengungkapkan, kehadiran Nusa Medica di Sembalun bertujuan mendukung pemda dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Terutama dalam menangani kasus kegawatdaruratan medis pariwisata dan pendakian.
Nusa Medica Clinic didukung empat dokter dan enam perawat.
Ada juga tim farmasi. Adapun fasilitas penunjang medis yang disiapkan mulai dari Automated External Defibrillator (AED) untuk pasien henti jantung, monitor pemantau, ruang observasi maksimal 24 jam, pelayanan vaksinasi, demam berdarah, dan rabies.
Baca Juga: Cerita Si Kober, Penjual Cilok "Barbar"yang Viral di Pusuk Sembalun
"Termasuk juga tersedia apotek 24 jam dengan ketersediaan obat generik yang lengkap," katanya.
Keberadaan Nusa Medica akan memberikan penanganan evakuasi tingkat tinggi, bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Basarnas, serta maskapai helikopter Air Ambulance SGI dan PINS yang berbasis di Bali.
Disebut, kelebihan utama klinik ini yakni kemampuannya mengaktifkan sistem jaminan asuransi internasional secara langsung untuk wisatawan asing.
Baca Juga: Tanah Ulayat Sembalun-Sambelia Segera Diproses
"Kelebihan Nusa Medica adalah turis bisa tidak membayar di klinik. Apalagi kalau dia punya respons asuransi, kami bisa membuka asuransinya dan hingga sampai di rumah sakit tujuan dengan menggunakan helikopter itu bisa gratis dan di cover full sama asuransi," jelasnya.
Ketua Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC) Sembalun sekaligus praktisi evakuasi Rinjani Mustiadi menyambut positif kehadiran infrastruktur medis ini.
Sistem evakuasi menggunakan helikopter menjadi tuntutan zaman bagi destinasi internasional seperti Rinjani, terutama untuk menangani kasus gawat darurat (KGD) di gunung.
"Ke depan, karena mau tidak mau di Rinjani itu basis pariwisata internasional, kita ikut kemajuan zaman," kata Mustiadi.
Baca Juga: Sambut Harkitnas 2026, Pertamina Bangkitkan Kejayaan Kopi Sembalun hingga Tembus Penghargaan Dunia
Untuk memastikan kesiapan operasional, seluruh tenaga medis Klinik Nusa Medica telah mengikuti pelatihan gabungan khusus penanganan dan evakuasi helikopter di Bali bersama Basarnas bulan lalu.
Sementara itu, Manajer Klinik Pariwisata Internasional Nusa Medica Eriwin Hidayat menyampaikan, pihaknya akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga lokal yang membutuhkan pertolongan medis mendesak, termasuk penyediaan unit ambulans gratis 24 jam.
"Kami ada untuk masyarakat di sini 24 jam. Itu poin plusnya," katanya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida