Moana yang kini memilih nama Siti Suraida mengungkapkan bahwa keputusan untuk memeluk islam itu lahir karena panggilan hati yang mendalam.
Ia merasa merasa bisa lebih dekat dengan Tuhan melalui agama isalam.
"Ini adalah hal yang paling indah yang pernah ada, dan aku sangat, sangat bersyukur bisa menemukan Islam dan membuka hatiku untuk itu," ujarnya.
Ia bercerita kedatangannya di desa wisata Tetebatu bermula dari kendala teknis perjalanan yang sempat membuatnya kecewa.
Di mana saat itu penerbangan untuk pulang ke negaranya dibatalkan sehingga berwisata ke Tetebatu.
Ia merasa ini jalan dan hidayah dari Allah.
Ia mengaku tidak bisa berhenti bersyukur terhadap apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Perubahan besar yang terjadi pada hidupnya ini, tidak hanya berdampak pada dirinya.
Namun juga membawa dampak spiritual yang tak terduga bagi keluarganya di Swiss, terutama sang ayah yang sebelumnya merupakan seorang ateis yang tidak mempercayai adanya Tuhan.
"Ayahku sangat bangga padaku. Sebelumnya dia adalah seorang ateis. Tapi sejak aku mulai merasakan kedekatan dengan Allah melalui Islam, seperti menjalankan salat lima waktu dan menceritakan kepadanya betapa hal ini menyentuh hatiku dia mulai percaya pada Tuhan. Alhamdulillah. Dan dia sangat bangga padaku," Ungkapnya.
Baca Juga: Merawat Manis Gula Aren dari Pedalaman Desa Tetebatu Selatan
Ia juga mengaku mendapatkan ketenangan setelah resmi memeluk islam.
Ia juga merasa lebih bahagia dan bersyukur melebihi apa pun, saat di tengah-tengah prosesi perpindahan keyakinannya.
Kisah ini diharapkan bisa menginspirasi orang lain di belahan dunia lainnya.
Dan ia juga berharap cahaya iman bisa mengalir melalui dalam dirinya ke dunia luar, sehingga bisa menggerakkan lebih banyak orang untuk mengikuti kata hati mereka dan mendengarkan firman Allah.
"Aku hanya ingin membuat sedikit perubahan positif melalui jalan Allah," tutupnya.(par)
Editor : Kimda Farida