Sekolah Perempuan di Sepit Lombok Timur Dorong Desa Inklusif

Supardi • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 11:56 WIB
SEKOLAH PEREMPUAN: Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi (PDAT) Kementerian PPN/Bappenas bersama Sekretariat INKLUSI saat berkunjung ke Sekolah Perempuan, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Lombok Timur
SEKOLAH PEREMPUAN: Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi (PDAT) Kementerian PPN/Bappenas bersama Sekretariat INKLUSI saat berkunjung ke Sekolah Perempuan, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Lombok Timur

LombokPost-Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi (PDAT) Bappenas Mohammad Roudo menilai Desa Sepit, Kecamatan Keruak, memiliki inovasi konkret dan layak menjadi pembelajaran.

Penilaian itu disampaikan saat melihat langsung perubahan di desa dampingan Program INKLUSI.

“Hasil UMKM dan kerajinan yang kami lihat sangat baik. Kami ingin mempelajari praktik baik ini serta menemukan isu-isu yang bisa kami tindak lanjuti bersama pemerintah pusat,” kata Roudu saat kunjungan lapangan ke Desa Sepit, belum lama ini. 

Roudo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong desa inklusif. Pihaknya ingin masyarakat memiliki kesetaraan dan kesempatan yang sama melalui model desa inklusif.

Baca Juga: LPSDM NTB Gelar Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Perempuan dalam Mengantisipasi Bencana

Dukungan terhadap desa inklusif itu juga terlihat dari praktik Sekolah Perempuan di Desa Sepit.

Direktur LPSDM NTB Ririn Hayudiani mengatakan, Sekolah Perempuan telah mendorong praktik baik yang kini menjadi rujukan pemerintah desa dalam penyusunan program.

“Dalam program INKLUSI, Sekolah Perempuan telah mendorong praktik baik, di antaranya pendataan partisipatif berbasis gender dan disabilitas, kesetaraan gender, serta inklusi sosial yang kini menjadi rujukan pemerintah desa dalam penyusunan program,” terang Ririn.

Ia juga menyoroti sejumlah inisiatif yang lahir dari kelompok perempuan.

Para perempuan telah membentuk pos pencegahan pernikahan anak dan penguatan UMKM yang dikelola perempuan.

Kehadiran INKLUSI di Desa Sepit telah memberi warna baru dalam pembangunan desa.

Baca Juga: Agar Tak Jadi Korban Politik, Sekolah Perempuan Lotim Bedah Visi Misi Paslon Bupati

Sementara itu, Kepala Desa Sepit M Hasmawadi mengungkapkan, Sekolah Perempuan telah membantu Desa Sepit dalam banyak aspek pembangunan, termasuk pendampingan masyarakat.

Meski dana desa mengalami efisiensi, ia berharap kegiatan ini tidak goyah karena manfaatnya dirasakan langsung warga.

"Terima kasih atas kunjungan Bappenas serta dukungan yang selama ini diberikan kepada desa melalui Sekolah Perempuan," ujarnya.

Diketahui, sejak tahun 2025, sejumlah capaian penting berhasil diraih Desa Sepit melalui Program INKLUSI.

Di antaranya pelaksanaan Musrembang Inklusif dengan melibatkan perempuan dan penyandang disabilitas.

Baca Juga: Gandeng Markoding, IBM, dan Yayasan Dian Sastro, Dikpora NTB Geber Beasiswa AI 2026 untuk Perempuan

Sebanyak 151 warga terlayani dokumen administrasi kependudukan. BLT khusus disabilitas berdasarkan data PRA tahun 2025—2026. Terbentuk usaha bersama dan kelompok ekonomi perempuan.

Selain itu, penurunan angka perkawinan anak. Sebanyak 41 alat bantu disabilitas diterima dari Kementerian Sosial.

Desa Sepit juga masuk nominasi Desa Cantik (Cinta Statistik). Perempuan dan disabilitas juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sekolah sepit-penendem Lotim Bappenas Perempuan