Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jembatan Lendang Nangka Utara Segera Rampung

Supardi • Kamis, 4 Juni 2026 | 06:40 WIB
SEGERA TUNTAS: Progres pembangunan jembatan Lendang Nangka Utara yang sempat putus diterjang hujan lebat hampir tuntas.
SEGERA TUNTAS: Progres pembangunan jembatan Lendang Nangka Utara yang sempat putus diterjang hujan lebat hampir tuntas.

Lombokpost-Pembangunan jembatan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, yang putus diterjang hujan deras pada Januari lalu segera rampung. Progres pembangunan jembatan saat ini mencapai 80 persen lebih.

“Pengerjaan jembatan itu hampir selesai. Pelatnya sudah dicor, tinggal buat sandaran pipa dan pengaspalan saja,” terang Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi, Selasa (2/6).

Pembangunan jembatan ini merupakan hasil koordinasi Pemkab Lotim dengan Pemprov NTB. Pembangunannya ditangani dan dianggarkan langsung oleh provinsi dengan nilai sekitar Rp 800 juta. Pemkab Lotim hanya menyiapkan desain.

Baca Juga: Porprov NTB 2026 Jadi Jembatan Menuju PON 2028, Dewan Tegaskan Seluruh Elemen Wajib Turun Tangan

Muliadi mengakui pembangunan jembatan sedikit mundur dari target awal sejak jembatan putus. Namun, pengerjaan jembatan ini dinilai cukup cepat dan tidak berlarut-larut.

“Ini termasuk cepat pengerjaannya. Memang begitu jembatannya putus, bupati minta langsung dikerjakan, tapi sedikit mundur,” jelasnya.

Selain jembatan Lendang Nangka Utara, Pemprov NTB bersama Pangdam IX/Udayana juga membantu membangun jembatan di Desa Perigi, Kecamatan Suela, yang juga putus diterjang arus sungai akibat cuaca ekstrem beberapa bulan lalu.

Baca Juga: ​Jembatan Penghubung Kediri Selatan Memprihatinkan, Kades Desak Pemkab Lobar Bertindak

Muliadi menyebutkan, jembatan Bailey di Desa Perigi merupakan jembatan sementara dengan kontrak pemakaian selama dua tahun. Namun, Pemkab Lotim akan menjalin komunikasi dengan Pangdam agar jembatan itu sepenuhnya bisa digunakan masyarakat.

“Kontrak penggunaan jembatan itu hanya dua tahun. Tapi nanti kita komunikasikan supaya bisa diperpanjang,” jelasnya.

Jembatan ini diharapkan segera beroperasi agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan normal, terutama aktivitas ekonomi. Terlebih, Desa Lendang Nangka Utara menjadi salah satu desa penghasil nanas di Lotim.

Baca Juga: Kades Sambik Bangkol Bersyukur ada Jembatan Gantung

Salah seorang warga Lendang Nangka Utara Saprin mengaku aktivitas masyarakat cukup terganggu selama jembatan putus. Terutama para sopir pikap yang harus mencari jalan lain yang lebih jauh untuk mengantar barang ke pasar atau mengangkut hasil perkebunan.

“Kalau yang jalan kaki atau kendaraan roda dua masih bisa pakai jembatan darurat yang dibangun masyarakat. Tetapi kondisi jembatan itu juga sudah cukup membahayakan, karena hanya dibuat dari kayu dan bambu,” jelasnya. (par/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Infrastruktur #jembatan #jembatan putus #Lotim #rusak