Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kuota Calon Siswa SRD Lotim Belum Penuhi Target akibat Orang Tua Berat Lepas Anak ke Asrama

Supardi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 07:39 WIB
Siti Aminah
Siti Aminah

LombokPost-Penjangkauan murid baru tahun ajaran 2026 di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 3 Lombok Timur (Lotim) belum memenuhi target. Dari target 60 orang, baru 50 orang yang terisi.

“Progresnya sampai saat ini untuk SRD baru 50 orang dari 60 orang target kita. Kalau SRMA itu sudah melebihi target,” terang Kepala Dinas Sosial Lotim Siti Aminah, Jumat (5/6).

Meski target 60 orang, Aminah berharap hasil penjangkauan murid baru bisa melebihi kuota sebagai cadangan. Itu untuk mengantisipasi jika ada siswa yang mengundurkan diri, sehingga jumlah siswa tidak berkurang.

Baca Juga: Legislator Udayana dan Senayan Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbawa

Belum terpenuhinya kuota bukan karena tidak ada calon siswa yang memenuhi kriteria atau anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem. Namun disebabkan masyarakat masih merasa berat dengan sistem yang diterapkan, yakni tinggal di asrama.

“Anak-anak umur SD ini kan mulai dari umur 7 tahun atau di bawah itu, mereka masih butuh perhatian dari keluarganya. Kalau sekolah reguler setiap hari mereka kembali ke orang tuanya, tapi kalau yang ini (SRD) mereka tinggal di asrama, ini yang berat,” bebernya.

Pihaknya bersama seluruh tim penjangkauan saat ini terus berupaya agar kuota bisa terpenuhi. Tim terus memberikan pemahaman kepada orang tua siswa agar mengizinkan anak mereka sekolah di SRD, demi masa depan anak dan keluarga yang lebih baik.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat KLU Kejar Target Peluncuran Nasional

“Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ini penting demi masa depan anak-anak dan keluarga yang kurang mampu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala SRD 3 Lotim Marisa Afnika menyampaikan, proses penjangkauan siswa-siswi SRD sejauh ini masih berlangsung karena kuota belum terpenuhi. Bahkan, penjangkauan tetap dibuka selama kuota belum terpenuhi.

“Meskipun masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dimulai, kalau kuota belum dipenuhi maka akan tetap dibuka,” jelasnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Menengah Atas 38 Lombok Timur Mulai Jaring Siswa Baru

Proses penjangkauan siswa baru dilakukan langsung Pendamping PKH dan Dinas Sosial. Belum terpenuhinya kuota disebabkan orang tua belum bisa melepas anak-anak mereka untuk tinggal di asrama.

“Karena masih anak-anak jadi keluarga agak berat melepaskan mereka untuk tinggal di asrama,” singkatnya. 

 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#sekolah rakyat dasar #miskin ekstrem #Sekolah Rakyat #Lotim #murid baru