Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Balik Viral Telaga Biru Perian, dari Kreativitas Pemuda, Dirawat dan Dikelola secara Mandiri tanpa Bantuan Pemerintah

Supardi • Senin, 8 Juni 2026 | 10:50 WIB
MENIKMATI: Seorang pengunjung sedang menikmati keindahan alam di destinasi wisata air Telaga Biru, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur
MENIKMATI: Seorang pengunjung sedang menikmati keindahan alam di destinasi wisata air Telaga Biru, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur

LombokPost-Selain pantai, air terjun, dan wisata pendakian, Lombok Timur (Lotim) juga memiliki destinasi alam yang tidak kalah menarik. Salah satunya Telaga Biru yang ada di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading.

Beberapa bulan terakhir, destinasi ini viral di berbagai media sosial. Namun, di balik ramainya kunjungan, ada perjuangan panjang para pengelola. Sebagian besar dari mereka merupakan pemuda setempat.

Ketua Pengelola Telaga Biru Hasbi menceritakan, destinasi wisata ini pertama kali dibuka pada 2018. Saat itu, namanya masih Danau Biru.

Kunjungan sempat ramai. Namun, tidak lama setelah dibuka, gempa bumi melanda Lombok. Setelah itu, pandemi Covid-19 membuat destinasi ini kembali sepi pengunjung.

Baca Juga: Dukung Wisata Halal Dengan Sediakan Mushala, Wawali Mujiburrahman Resmikan LINEA (Billiard, Café, Space) untuk Serap Tenaga Kerja Lokal

“Saat itu sempat ramai sebentar. Tetapi pengelolaannya belum tertata rapi masih amburadul,” beber Hasbi saat ditemui Lombok Post, Minggu (7/6).

Setelah pandemi Covid-19 mereda, aktivitas wisata mulai dibuka kembali. Saat itu, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memberikan izin dan membuatkan Surat Keputusan (SK) pengelolaan sebagai destinasi kepada para pemuda Desa Perian.

Sejak itu, destinasi mulai dibenahi. Berbagai fasilitas pendukung dibuat. Kawasan wisata ditata lebih rapi. Semua berangkat dari inovasi dan kreativitas para pemuda pengelola.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Domestik ke NTB Anjlok Hingga 60 Persen

“Kalau TNGR kami hanya di ajarkan manajemen pengelolaan saja. Tapi kalau konsep penataan kami bersama pengelola yang punya kreativitas. Seperti membuat tangga dari ban bekas, penataan gazebo dan membuat spot foto, karena kami rata-rata baru belajar mengelola wisata,” katanya.

Hasbi mengaku, sejauh ini belum ada dukungan dari dinas terkait maupun pemerintah untuk pengembangan wisata ini.

Seluruh pembenahan dilakukan dari tabungan hasil pengelolaan wisata.

Bahkan, pengelola beberapa kali rela tidak mengambil upah demi menambah fasilitas pendukung. Mereka ingin pengunjung lebih aman dan nyaman saat berwisata.

Bagi mereka, Telaga Biru bukan sekadar tempat liburan.

Destinasi ini menjadi ruang pemberdayaan. Sebagian besar pengelola sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Tidak sedikit juga yang pernah bolak-balik Kalimantan atau Malaysia.

Baca Juga: SMAN 4 Mataram Perkuat Moderasi Beragama Lewat Wisata Religi dan Pembinaan Spiritual

“Sejak adanya wisata ini alhamdulillah ada yang dikerjakan sama teman-teman. Meskipun hasilnya tidak terlalu besar, paling tidak ada untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Kita yang menjadi pengelola itu sebanyak 25 orang, semuanya pemuda,” katanya.

Selain untuk pengembangan destinasi, hasil wisata khususnya dari pembayaran parkir digunakan untuk kegiatan sosial. Mulai dari pembuatan jalan, sumbangan ke masjid, membantu masyarakat yang sakit, meninggal, dan kebutuhan sosial lainnya.

Destinasi ini kembali viral sejak pascalebaran Idul Fitri bulan lalu. Hampir semua platform media sosial dipenuhi foto maupun video Telaga Biru. Hal itu membuat masyarakat penasaran dan tertarik berkunjung.

Baca Juga: Kombes Pol Dewa Wijaya, Pilot Polisi yang Pernah Pimpin Evakuasi Ribuan Wisatawan Saat Gempa Lombok

“Setiap hari Sabtu dan Minggu pengunjung selalu full sampai sore. Kunjungan bisa sampai 200-250 orang, bahkan lebih,” ungkapnya.

Seperti namanya, Telaga Biru merupakan danau yang diimpit tebing. Lokasinya berada di hutan kawasan TNGR.

Sebelum sampai di telaga, pengunjung lebih dulu disuguhkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk khas pegunungan.

Penataan destinasi ini juga cukup rapi dan bersih. Sejumlah fasilitas dan spot foto tersedia. Airnya yang biru dan jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi destinasi wisata ini.

Baca Juga: Pariwisata NTB Tunjukkan Tren Positif: Kunjungan Wisman Melonjak 35,13 Persen, TPK Hotel Meningkat

“Selain wisatawan lokal, yang banyak datang itu wisatawan luar dan mancanegara. Bahkan ini juga menjadi salah satu lokasi favorit untuk membuat konten traveling,” ujarnya. (*/r7)

Editor : Kimda Farida
#wisata alam #telaga #wisata #Lotim #Pariwisata