Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Merawat Rumah Ikan Teluk Ekas, Anak-anak dan Warga Belajar Menjaga Laut dari Restorasi Terumbu Karang

Supardi • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:16 WIB

 

UNTUK LINGKUNGAN: Resot Manager Innit Lombok bersama anak-anak Dusun Berita, Desa Ekas saat mengikat terumbu karang sebelum dilepas di laut pada acara peringatan Hari Laut Sedunia
UNTUK LINGKUNGAN: Resot Manager Innit Lombok bersama anak-anak Dusun Berita, Desa Ekas saat mengikat terumbu karang sebelum dilepas di laut pada acara peringatan Hari Laut Sedunia

Lombokpost-Di Teluk Ekas, laut bukan sekadar pemandangan bagi warga. Ia menjadi ruang hidup yang harus dirawat, dari tempat ikan mencari rumah, lobster tumbuh, hingga anak-anak belajar mengenal masa depan ekosistem mereka.

Puluhan anak dan warga siang itu duduk fokus. Mata mereka tertuju kepada seorang perempuan muda di depan. Satu per satu lembaran kertas bergambar biota laut dijelaskan dengan saksama.

Mereka anak-anak dan masyarakat Dusun Berora, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru. Mereka tinggal berdampingan dengan resor Innit Lombok di pinggir Teluk Ekas. Hari itu, mereka mengikuti kegiatan restorasi terumbu karang di Teluk Ekas yang diinisiasi Innit Lombok bekerja sama dengan Indonesia Biru Foundation.

Baca Juga: KNMP Ekas Buana Ditarget Tekan Angka Kemiskinan

Resort Manager Innit Lombok Matthew Angga mengatakan, kegiatan itu digelar untuk memperingati Hari Laut Sedunia. Innit Lombok bekerja sama dengan Indonesia Biru Foundation menggelar berbagai kegiatan untuk menjaga laut dan kelangsungan ekosistem laut.

“Kita berkolaborasi dengan Indonesia Blue Foundation sebagai observer ataupun analytical untuk melihat seberapa sehat coral yang akan kita restorasi. Termasuk kita juga melibatkan Dinas Pariwisata dan warga sekitar,” terang Angga, Selasa (8/6).

Angga mengatakan, restorasi terumbu karang sangat penting dilakukan. Sebab, banyak terumbu karang di Teluk Ekas sudah rusak. Melalui restorasi ini, terumbu karang diharapkan kembali tumbuh dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Baca Juga: KNMP Ekas Buana Siap Serap Hasil Tangkapan Ikan Nelayan

Terumbu karang yang tumbuh juga menjadi habitat dan ekosistem yang baik bagi ikan-ikan di Teluk Ekas. Selama ini, Teluk Ekas dikenal memiliki sumber daya laut yang cukup terkenal dan melimpah, seperti ikan dan lobster.

Proses rehabilitasi terumbu karang dilakukan di tiga lokasi pilihan. Setiap lokasi ditentukan secara cermat berdasarkan kesesuaian ekologis, kondisi perairan, dan potensi jangka panjangnya. Tujuannya, memastikan peluang terbaik bagi pemulihan terumbu yang berkelanjutan.

Proses restorasi diawali dengan perakitan struktur logam khusus. Struktur itu menjadi media penempelan fragmen karang sebelum ditempatkan di area yang telah ditentukan.

Baca Juga: Proyek Kalamo di Desa Ekas Buana Diundur Tahun Depan

“Kita siapkan sebanyak 20 fragmen karang ditanam di area seluas kurang lebih 20 meter persegi dan akan dipantau secara berkala,” jelasnya.

Keterlibatan masyarakat, kata Angga, menjadi salah satu pilar utama program ini. Indonesia Biru Foundation menggelar sesi edukasi bersama warga. Untuk membangun kesadaran pentingnya konservasi laut sekaligus mengajak warga ikut merakit struktur terumbu pada tahap awal pelaksanaan.

Sementara itu, Wakil Direktur Indonesia Biru Soraya Al Rashid mengatakan, restorasi terumbu karang sangat penting untuk melindungi hewan laut, seperti baby lobster. Apalagi, Ekas merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber daya bagus.

Baca Juga: Warga Ekas Terima 87 Sertifikat Gratis

“Baby lobster biasanya tinggal di bawah terumbu karang, jadi selain kepentingan untuk manusia, terumbu karang juga ada nilai kepentingannya untuk makhluk hidup yang lain,” ungkapnya.

Soraya menargetkan edukasi menjaga laut tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Namun, edukasi lebih ditekankan kepada anak-anak. Sebab, anak-anak merupakan generasi masa depan yang harus melindungi bumi. Ia juga mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Jadi kalau kita sudah ajarkan dari kecil, InsyaAllah mereka akan bisa lebih menjaga bumi ini,” tutupnya. (*/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#Teluk Ekas #Hari Laut Dunia #Surfing #Lobster #Terumbu Karang