LombokPost - Desa Kembang Kerang di Lombok Timur jadi salah satu lokasi Program INKLUSI yang diimplementasikan oleh BaKTI, salah satu mitra nasional, termasuk juga Lombok Research Center (LRC) sebagai mitra lokal.
Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif, atau program INKLUSI, adalah program bilateral antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang berlangsung selama 8 tahun (2021—2029).
Melalui Program INKLUSI, BaKTI dan LRC membentuk kelompok masyarakat (yang disebut Kelompok Konstituen/KK) di desa-desa di Lombok Timur, termasuk Kembang Kerang.
Kelompok-kelompok ini menyediakan wadah bagi masyarakat rentan untuk mengakses layanan pemerintah dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan lokal.
KK juga berperan sebagai mitra strategis bagi pemerintah desa dalam menangani masalah sosial dan ekonomi.
Di Desa Kembang Kerang, Lombok Post berkesempatan mengamati diskusi di antara KK, mengamati kelompok usaha desa yang memproduksi keripik pisang, dan mengunjungi gerai suvenir produk lokal yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Program ini membantu usaha saya tumbuh lebih baik,” kata Khaeriah, ketua Kelompok Usaha Desa Kembang Kerang.
Nasoan, Ketua BUMDes Kembang Kerang mengatakan, pihaknya mengelola aset ekonomi desa untuk kemaslahatan masyarakat.
Fokusnya adalah mengembangkan potensi lokal, serta berontribusi terhadap pendapatan desa. “Kami menerima produk masyarakat seperti Ibu Khaeriah untuk dijual kembali di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Baca Juga: NTB Punya Aplikasi Keren yang Berguna saat Terjadi Bencana, Ada Peran Australia di Sana
Selain urusan keekonomian, contoh lain kerja KK adalah mengadvokasi kebijakan desa yang inklusif, akses terhadap perlindungan sosial, lapangan kerja, , serta mekanisme pencegahan dan penanggulangan yang lebih kuat terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk pencegahan perkawinan anak.
KK juga mendukung rujukan kasus-kasus kekerasan dengan menghubungkan anggota masyarakat dengan layanan pemerintah yang relevan.
“Misalnya di desa kami pernah ada kasus perkawinan anak, seluruh pihak bahu-membahu mencegah hal ini, menyelamatkan anak tersebut, sehingga kini sudah kembali lagi bersama keluarganya, ini berkat kerja sama berbagai kalangan,” kata Yahya Putra, mantan Kades Kembang Kerang. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic