LombokPost-Tembolak beak bergerak dalam irama yang sama. Dari Desa Pengadangan, 1.448 dulang dibawa menuju Selong sebagai tanda kebersamaan menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah.
Usai salat Zuhur, panggung kehormatan di depan gerbang Taman Rinjani Selong mulai dipadati pejabat Lombok Timur (Lotim). Bupati, wakil bupati, Dandim, unsur Polres, kepala kejaksaan, hingga sejumlah pejabat daerah hadir di sana.
Siang itu, mereka tidak sedang mengikuti rapat koordinasi. Mereka menanti kedatangan peserta pawai taaruf dan pawai 1.448 dulang tembolak beak, pembuka Festival 1 Muharram 1448 Hijriah.
Baca Juga: Pemkab Lombok Timur Meriahkan Event Festival 1 Muharram dengan Hadirkan Artis Nasional
Koordinator Pawai 1.448 Dulang Amrul Arahap mengungkapkan, seluruh dulang yang ditampilkan berasal dari Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela. Para ibu yang ikut dalam parade dulang juga berasal dari desa itu.
“Keberhasilan menghadirkan 1.448 dulang tidak terlepas dari dukungan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kecintaan warga itu sendiri terhadap desanya, sehingga walaupun kurang dari empat hari, dulang ini bisa siap,” terang Amrul.
Tema pawai tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, tema yang diangkat adalah sinergi dan harmoni. Tahun ini, tema yang diangkat adalah persatuan.
Baca Juga: Respons Ide Mendikdasmen, MaLFI Gelar English Festival: FOCAL 2026
Menurut Amrul, persatuan bukan benda pusaka yang harus disimpan. Persatuan harus ditampilkan dan disiarkan. Salah satunya melalui para ibu pembawa dulang yang tampil penuh kekompakan.
“Dua tangan boleh berbeda arah, namun saat berada dalam satu genggaman, tetap mampu mengangkat beban yang berat,” ujarnya.
Pawai seribu dulang tidak hanya menarik karena warna dulang atau tudung saji merah yang mereka bawa. Pakaian adat dan kain tenun khas Pengadangan yang digunakan untuk membawa dulang juga membuat parade itu semakin menarik.
Baca Juga: Festival Gema Takbir Anak-Anak di Dasan Tapen Meriah, Wisatawan Prancis Ikut Menyaksikan
Sementara itu, Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan, pawai taaruf dan seribu dulang menjadi sarana mengingatkan masyarakat akan pentingnya menyemarakkan tahun baru Islam. Kegiatan itu juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Supaya masyarakat tahu bahwa momentum 1 Muharram harus disemarakkan bersama,” ujarnya.
Festival Muharram akan berlangsung selama satu minggu ke depan. Kegiatan itu diharapkan memberi dampak positif terhadap ekonomi daerah. Setiap malam, pameran, bazar UMKM, hingga hiburan rakyat disiapkan untuk menarik kunjungan masyarakat.
Baca Juga: Lawan Merarik Kodek! Sineas Muda Sumbawa Ditantang Bikin Film di Festival Film Lombok 2026
Kehadiran UMKM dalam festival ini menjadi salah satu fokus utama Pemkab Lotim. Pemkab ingin aktivitas ekonomi masyarakat semakin menggeliat. Pemkab Lotim juga berkomitmen terus menggelar kegiatan ini setiap tahun, bahkan menyiapkan anggaran dari APBD.
“Ini sudah menjadi agenda tahunan kita, kemarin kita lakukan, tahun ini juga, tahun mendatangkan dan seterusnya juga kita lakukan. Bahkan ini anggarannya sudah kita siapkan di atas Rp 2 miliar,” jelasnya.
Untuk memeriahkan Festival Muharram, malam puncak akan ditutup dengan penampilan band nasional Gigi dan Samsons, serta band lokal. Kehadiran grup band lokal itu sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat. (*/r7)
Editor : Kimda Farida