Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengintip Pameran Budaya dari Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, Benteng Pertahanan Budaya Sasak di Tengah Gempuran Konten Negatif

Supardi • Senin, 6 Juli 2026 | 06:47 WIB
PAMERAN: Pengunjung melihat keris Lombok pada acara pameran budaya mahasiswa program studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi
PAMERAN: Pengunjung melihat keris Lombok pada acara pameran budaya mahasiswa program studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi

LombokPost - Tenun Pringgasela, keris Sasak, ketak Penakak, dan Gendang Beleq memenuhi Gedung Juang Lombok Timur. Semua dipamerkan mahasiswa Pariwisata Universitas Hamzanwadi Pancor sebagai ajakan untuk kembali mengenal budaya sendiri.

Puluhan kerajinan memenuhi area Gedung Juang Lombok Timur (Lotim) pagi itu. Kain tenun Pringgasela, keris Sasak, ketak Penakak, alat musik Gendang Beleq, hingga berbagai benda sejarah suku Sasak lainnya tersaji untuk masyarakat umum.

Benda-benda itu tidak dipamerkan untuk bazar. Semua ditata dalam pameran budaya yang diselenggarakan mahasiswa Jurusan Pariwisata Universitas Hamzanwadi Pancor. Kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri.

Baca Juga: IAIH Hamzanwadi Pancor Buka Program Magister Studi Islam

Ketua Panitia Aolia Ulfa menyampaikan, kegiatan ini digelar setiap tahun. Pada kegiatan tahun lalu, panitia mengangkat tema sejarah. Tahun ini, tema yang dipilih adalah budaya. Tema itu dipilih sebagai respons terhadap semakin banyaknya budaya luar yang berkembang di masyarakat dan dinilai dapat menggeser budaya lokal.

“Pengaruh budaya luar semakin kuat, sehingga bermunculan berbagai fenomena yang menggeser nilai-nilai budaya lokal. Untuk itu, melalui kegiatan ini kami harap masyarakat lebih mengenal tradisi asli Lombok,” beber Aolia Ulfa, Minggu (5/7).

Dalam pameran budaya itu, berbagai kekayaan budaya Lombok diperkenalkan kepada pengunjung. Mulai dari tradisi merariq, tradisi Bau Nyale, Ngansur Gunung, hingga adat istiadat lainnya. Semua disajikan dalam bentuk visual, dialog interaktif, serta dipandu langsung agar pengunjung memperoleh pemahaman lebih mendalam.

Baca Juga: Dari Program Inkubasi Bisnis Universitas Hamzanwadi, Sulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi, hingga Belajar Pemasaran Secara Online da

Selain tradisi, berbagai benda bersejarah juga ikut dipamerkan. Mulai dari kain tenun Pringgasela, ketak Penakak, alat musik Gendang Beleq, hingga senjata tradisional berupa keris Sasak.

“Kami ingin memperlihatkan budaya Lombok yang sesungguhnya kepada masyarakat. Sekaligus untuk meluruskan persepsi yang selama ini terbentuk akibat maraknya konten-konten budaya negatif di media sosial,” katanya.

Ia menilai budaya Lombok saat ini menghadapi ancaman serius. Sebagian mulai tergerus akibat banyaknya budaya baru yang masuk dan berkembang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah joget erotis yang kini marak dan memenuhi media sosial.

Baca Juga: Unram-Universitas Hamzanwadi Bersinergi, Percepat Pemenuhan Dokter di NTB

“Kegiatan ini sebagai bentuk perlawanan kami terhadap budaya menyimpang itu, dengan membuat kegiatan positif, yakni mengangkat budaya asli Lombok,” katanya.

Menurutnya, anak muda memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya. Jika budaya yang diwariskan baik, nilai-nilai itu akan terus hidup. Generasi berikutnya juga akan mewarisi nilai yang baik.

“Tetapi jika budaya negatif dibiarkan berkembang, maka akan menjadi identitas baru yang keliru bagi masyarakat. Di sinilah peran penting pemuda dalam mewariskan budaya ini,” tandasnya.

Baca Juga: Dari Kampus ke Laut, Aksi Nyata Mahasiswa Universitas Hamzanwadi

Sementara itu, Dosen Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi Amrullah menyampaikan, kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa memahami bahwa budaya memiliki nilai besar bagi pariwisata. Selain itu, kegiatan ini juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya asli Lombok.

“Identitas daerah harus dibangun melalui pelestarian tradisi, seni, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun,” tutupnya. (*/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#adat istiadat #Mahasiswa #budaya #Hamzanwadi #Pariwisata