LombokPost-Pabrik spandek di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Logam Kotaraja, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, yang diresmikan pada 2022, belum beroperasi maksimal. Hal ini karena bahan baku koil untuk pembuatan spandek maupun kanal C masih terbatas.
“Operasional UPT Logam di Kotaraja saat ini memang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) kita, karena bahan bakunya yang sangat terbatas,” terang Kepala Dinas Perindustrian Lotim Lalu Alwan Wijaya, Senin (6/7).
Pabrik itu membutuhkan bahan baku cukup besar agar tetap berjalan. Sementara bahan baku koil untuk pembuatan spandek dan kanal C saat ini masih sangat kurang.
Baca Juga: Bangun Pabrik Amunisi Raksasa di Kalsel, Pindad Kurangi Ketergantungan Amunisi Impor
Terkait ketersediaan bahan baku, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak ketiga. Baik dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun swasta untuk pengadaan bahan baku koil atau pengelolaan pabrik itu.
“Kita sudah komunikasi dengan beberapa pihak ketiga untuk pengadaan dan pengelolaan pabrik tersebut,” katanya.
Dia menyebut pabrik itu selama ini tetap beroperasi, tetapi tidak rutin. Untuk itu, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pihak ketiga agar UPT itu bisa beroperasi setiap hari.
Dirinya berharap dalam waktu dekat sudah ada pihak ketiga yang siap bekerja sama dengan Pemkab Lotim. Dalam hal ini Dinas Perindustrian, baik untuk pengadaan bahan baku maupun pengelolaan pabrik itu.
“Kami sedang berusaha supaya UPT Logam ini tetap beroperasi. Karena untuk menghidupkan pabrik kanal dan spandek ini butuh dana besar,” jelasnya.
Alwan menyebutkan, UPT Logam Kotaraja tidak hanya menjadi tempat mencetak spandek. Selama ini, UPT itu juga menjadi lokasi pembuatan teknologi sederhana. Seperti alat pemipil jagung, perontok padi, mesin pakan ternak, dan teknologi lainnya.
Baca Juga: Bupati Lotim: Gak Perlu Beli Spandek Keluar, Ada Pabrik Logam Kotaraja
Namun, masyarakat yang memesan pembuatan teknologi itu sejauh ini masih kurang. Hal ini karena belum banyak masyarakat mengetahui informasi itu.
“Untuk pembuatan teknologi sederhana ini, kita sudah siap, tinggal masyarakat yang membutuhkan peralatan itu belum banyak yang mengetahui, sehingga ke depan itu yang juga akan menjadi prioritas kita di UPT logam,” jelasnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida