Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Lombok Timur Minta PDAM Hapus Tunggakan Warga Miskin

Supardi • Kamis, 9 Juli 2026 | 12:46 WIB
 Plt Direktur PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim Kebut perbaikan jaringan SPAM Pantai Selatan terus dikebut menyusul kebocoran di sejumlah titik usai peresmian.
Direktur PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim.

LombokPost-Bupati Lombok Timur Haerul Warisin meminta PDAM Lotim menghapus sebagian piutang pelanggan senilai Rp 11 miliar. Penghapusan diprioritaskan bagi pelanggan kurang mampu sebesar Rp 6 miliar, sementara sisanya Rp 5 miliar tetap diupayakan ditagih.

"Mengenai usulan penghapusan piutang yang Rp 11 miliar di konsumen PDAM itu, nanti kita akan hapus dengan cara yang bijaksana. Artinya apa? Yang dihapus piutangnya itu masyarakat yang ekonominya ke bawah atau miskin," terang Bupati Lotim Haerul Warisin seusai Rapat Pertanggungjawaban Direksi PDAM Lotim, Rabu (8/7).

Kata dia, dari total piutang sebesar Rp 11 miliar yang belum tertagih, ia meminta agar hanya Rp 6 miliar dihapus. Sementara sisanya Rp 5 miliar diharapkan tetap diupayakan untuk ditagih.

Baca Juga: Contoh Tak Baik, ASN Lotim Dominasi Penunggak Iuran PDAM

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menekankan direksi PDAM menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemarau atau kekeringan yang diprediksi terjadi cukup lama tahun ini. Langkah itu diperlukan agar tidak memicu protes dari masyarakat, terutama di daerah selatan.

"Saat ini Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan sudah mulai beroperasi. Tetapi ketika kemarau terjadi masyarakat tetap membutuhkan air. PDAM harus menjaga debit air, agar pasokan ke wilayah selatan tidak terganggu," katanya.

Ia meminta Dinas PUPR dan PDAM memetakan potensi sumber air untuk memenuhi pasokan air. Pemerintah daerah siap mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan yang memiliki mata air di lahan milik masyarakat demi kepentingan umum.

Baca Juga: DPRD Lombok Utara akan Panggil Manajemen PDAM Soal Isu E. Coli

"Secara prinsip air dikuasai oleh negara dan kebebasan pemanfaatan debit air tidak akan optimal jika lahan sumbernya belum dikuasai secara legal oleh pemerintah," katanya.

Ia juga menyoroti kerugian akibat kerusakan pipa yang disebabkan proyek pelebaran jalan dan pembuatan gorong-gorong. Kontraktor diharapkan menjalin komunikasi dengan PDAM sebelum pembongkaran. Kontraktor juga diharapkan mengganti jaringan pipa yang rusak, karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Lotim Sopyan Hakim menyampaikan, berdasarkan pemeriksaan oleh Konsultan Akuntan Publik (KAP), PDAM Lotim disebut berhasil meraih opini wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). Sementara berdasarkan hasil evaluasi BPKP Perwakilan NTB untuk tahun buku 2025, kinerja perusahaan dinyatakan berada dalam kategori sehat.

Baca Juga: Begini Penjelasan Manajemen PDAM Amerta Dayan Gunung Soal Isu Jaringan Distribusi Air Tercemar Bakteri E. Coli

"Capaian ini membuat posisi PDAM Lotim sebagai PDAM terbaik kedua di NTB. Dan kepercayaan masyarakat terhadap PDAM Lotim juga terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan," terang Sopyan.

Kata dia, pada 2024 jumlah pelanggan PDAM Lotim mencapai 29.036 sambungan. Angka ini meningkat pada 2025 menjadi 36.339 pelanggan. Peningkatan kembali terjadi pada tahun ini. Hingga Juli 2026 terdapat penambahan sebanyak 5.059 pelanggan baru. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
#kemarau ekstrem #air #pdam #Kekeringan #Lotim