Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Libur Sekolah, Monjet Stroberi Diserbu Seribu Pengunjung

Supardi • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:54 WIB
PETIK STROBERI: Sejumlah pengunjung memetik stroberi di salah satu lahan binaan Monjet Stroberi belum lama ini.  (Monjet Stroberi/Lombokpost)
PETIK STROBERI: Sejumlah pengunjung memetik stroberi di salah satu lahan binaan Monjet Stroberi belum lama ini. (Monjet Stroberi/Lombokpost)

LombokPost-Kunjungan wisatawan ke agrowisata Monjet Stroberi Sembalun melonjak selama libur sekolah.

 Jumlah pengunjung rata-rata mencapai 800 orang per hari, bahkan menembus seribu orang.

“Kemarin pada saat libur sekolah kunjungan ke Monjet Stroberi sangat padat, bahkan sampai macet di jalan menuju agrowisata Monjet Stroberi. Kalau Sabtu dan Minggu bisa tembus sampai seribu pengunjung,” terang salah seorang pengelola Monjet Stroberi, Mantara, Rabu (15/7).

 Baca Juga: Waktu Panen Stroberi Sembalun Dimulai Mei

Lonjakan kunjungan membuat petani dan pengelola kewalahan melayani tamu. Namun, jumlah pengunjung mulai normal setelah anak-anak kembali masuk sekolah.

Buah stroberi milik petani juga semakin banyak. Saat libur sekolah, ketersediaan buah justru berkurang. Akibatnya, pengunjung yang datang siang hari tidak mendapat banyak stroberi.

“Karena sejak pukul 6 pagi sudah banyak pengunjung yang mengantre di basecamp, terutama tamu-tamu yang menginap. Kalau sekarang, kalaupun datang siang, pasti dapat banyak buah,” imbuhnya.

 Baca Juga: Petualangan Manis di Kaki Rinjani, Wisata Petik Stroberi di Sembalun

Pertengahan Juli hingga Oktober menjadi puncak musim stroberi. Kondisi itu turut memengaruhi harga. Seiring berakhirnya libur sekolah, harga stroberi turun dari Rp 100 ribu menjadi Rp 75 ribu per kilogram.

Monjet Stroberi kini menaungi 125 petani dengan 254 petak sawah. Jumlah petani yang bergabung terus meningkat setiap tahun. Ramainya kunjungan wisatawan turut berdampak pada kesejahteraan petani.

“Dulu awal-awal Monjet Stroberi dibentuk pada tahun 2024, petani yang bergabung hanya empat orang. Pada tahun 2025 naik menjadi 52 petani dan sekarang menjadi 125 petani,” katanya.

Baca Juga: Lembah Pergasingan, Tempat Asyik Berburu Stroberi dan Bunga Ester di Kaki Rinjani 

Mantara mengatakan, pengelola kini mengubah sedikit aturan bagi pengunjung. Pengunjung tidak boleh memakan stroberi yang sudah dimasukkan ke keranjang. Namun, mereka tetap boleh makan sepuasnya dengan syarat buah langsung dimakan setelah dipetik.

Aturan itu mengacu pada pengalaman tahun 2025. Saat itu, banyak pengunjung membuang stroberi yang sudah dipetik dan dimasukkan ke keranjang karena tidak habis dimakan. Kondisi itu merugikan petani.

Pengelola juga memberikan pengarahan kepada setiap pengunjung sebelum memasuki lahan. Mereka juga memperlihatkan buah stroberi yang akan dipetik. Pengunjung dapat memilih lahan lain jika tidak menyukai buah yang tersedia. (par/r7)

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Libur Sekolah sembalun stroberi liburan agrowisata