Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalur Sapi Sumbawa-Lotim Kembali Terbuka

Supardi • Minggu, 19 Juli 2026 | 10:37 WIB
SAPI TERNAK: Sejumlah sapi ternak jenis sapi Bali milik peternak di Lotim saat makan dengan lahap.
SAPI TERNAK: Sejumlah sapi ternak jenis sapi Bali milik peternak di Lotim saat makan dengan lahap.

LombokPost-Setelah empat tahun lebih terblokir akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pintu masuk ternak dari luar Pulau Lombok, khususnya Pulau Sumbawa, menuju Lombok Timur (Lotim) akhirnya dibuka kembali.

Namun, ternak yang masuk harus memenuhi ketentuan analisis risiko, pemeriksaan kesehatan, dan karantina.

“Arus pengiriman ternak sapi dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok, khususnya ke Lotim akhirnya kembali dibuka,” terang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim Masyhur, Jumat (17/7).

Sebelum membuka pengiriman sapi dari Sumbawa dan sekitarnya, Disnakeswan Lotim menyosialisasikan analisis risiko. Kegiatan itu melibatkan empat kabupaten, yakni Lotim, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Dompu. Kegiatan berlangsung di Disnakeswan Lotim.

Baca Juga: Alumni Unram Berkarir di Australia, Agil Darmawan Kawal Kesejahteraan Sapi Ekspor ke Indonesia

Masyhur bersyukur atas pembukaan kembali pengiriman sapi dari Pulau Sumbawa.

Menurutnya, Lotim berperan sebagai pintu masuk utama ternak dari Sumbawa menuju Pulau Lombok.

“Proses pengajuan untuk pengiriman sapi Sumbawa ini sudah berlangsung lama dan baru tuntas setelah hampir empat bulan pelaksanaan analisis risiko,” terangnya.

Masyhur berharap pembukaan pintu masuk sapi dari luar dapat mengantisipasi lonjakan harga daging. Sebab, kebutuhan daging sapi di Lotim cukup tinggi karena jumlah penduduknya besar.

Baca Juga: KAN Jabung Kini Jadi Koperasi Raksasa Nasional dan Kelola Ribuan Sapi Perah, Hingga Hasilkan Susu Murni Grade Nasional

Selain kebutuhan masyarakat, banyaknya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) turut meningkatkan kebutuhan daging di Lotim. Karena itu, Masyhur meminta para jagal bersiap menghadapi kebutuhan sapi potong untuk program MBG.

“Para jagal harus betul-betul siap. Karena kebutuhan daging kita sangat tinggi. Terutama dari program MBG ini,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Lotim Haerul Warisin berharap sapi dari luar Pulau Lombok, seperti Pulau Sumbawa, dapat masuk ke Lotim. Langkah itu untuk memenuhi kebutuhan daging sekaligus menjaga populasi ternak di Lotim.

Baca Juga: Tak Laku Saat Iduladha, Sapi NTB Tetap Punya Pasar di Jabodetabek

“Sapi kita memang setiap tahun selalu bertambah. Tapi kebutuhan daging kita juga terus bertambah,” terangnya. (par/r7)

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
ternak sapi Mbg PMK Lotim