LombokPost-Tembrodok adalah salah satu jajanan tradisional khas Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim). Kudapan ini tetap laris bahkan tidak kalah saing dengan berbagai jajan modern yang menjamur di pasar-pasar saat ini.
Puluhan lapak sederhana berjejer rapi di sepanjang jalan Sakra-Keruak. Di lapak-lapak sederhana itu, terlihat berbagi jenis jajan tradisional yang dibungkus menggunakan mika besar tersusun dengan rapi.
Dari berbagai jajan yang di jajakan, temberodok terlihat mendominasi. Jajan ini sudah ada sejak puluhan tahun silam di Desa Sakra dan sampai saat ini masih tetap eksis dan banyak diburu para pembeli.
Salah satu pedagang Baiq Purnama Sasih menegaskan, jajanan ini tetap eksis dan tidak pernah berpengaruh maupun tidak kalah saing dengan berbagai makanan modern saat ini. “Sekarang semakin banyak yang buat, bahkan dijual secara online atau COD, “ Terang Baiq Purnama Sasih kepada Lombok Post, Jumat (10/7).
Kata dia, meskipun membuat produk yang sama dan dari tempat yang sama, rasa dan bentuknya tidak akan sama. Bahkan masing-masing penjual memilik gaya sendiri. Sehingga hal itu salah satu daya tarik bagi pembeli.
Temberodok sudah dibuat sejak puluhan tahun oleh masyarakat Sakra secara turun temurun. Sejak dulu hingga saat ini bentuk dan rasa diakui masih persis sama, tidak ada yang berubah. “Rasanya yang enak manis dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah. Ini yang membuat banyak yang suka dengan temberodok,” katanya.
Jajanan ini disukai semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan di tengah gempuran jajanan modern yang menjamur saat ini, namun tidak pernah berpengaruh terhadap permintaan jajanan temberodok. “Dijadikan oleh-oleh khas Lombok juga,” ungkapnya.
Permintaan akan meningkat saat bulan maulid, Ramadan, lebaran hingga musim haji. Bahkan para pedagang sangat kewalahan melayani pembeli maupun reseller dadakan. “Penghasilan kita alhamdulillah bisa sampai Rp 2 juta per hari,” katanya.
Tidak hanya di Lombok. Jajanan ini juga kerap dijadikan sebagai oleh-oleh untuk dikirim ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar negeri seperti Tiongkok, Malaysia, Jepang dan negara-negara lainnya.
Baca Juga: Jajanan Tradisional Tak Lekang oleh Zaman, Lebih Higienis dan Premium lewat Pengemasan
“Banyak anak-anak yang kuliah di luar daerah, atau luar negeri kalau balik ke Lombok pasti bawa Temberodok sebagian oleh-oleh,” katanya.
Namun yang menjadi kendala saat ini ialah bahan baku tepung ketan cukup sulit didapatkan. Selain sulit harganya juga cukup mahal. Kenaikan harga bahan baku ini berpengaruh.
“Untuk menyiasati agar harganya tetap, isi pengemasan kita kurangi,” pungkasnya. (*/r3)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post