Alunan Budaya Pringgasela Dongkrak Ekonomi UMKM

Supardi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:07 WIB
ALUNAN BUDAYA: Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya saat membuka event Alunan Budaya Pringgasela
ALUNAN BUDAYA: Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya saat membuka event Alunan Budaya Pringgasela

LombokPost-Alunan Budaya Pringgasela yang telah ditetapkan sebagai Karisma Event Nusantara (KEN) dinilai tak hanya menjadi kegiatan budaya tahunan. Ajang ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM.

“Alunan Budaya tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga ekonomi. Banyak pelaku usaha kecil, terutama generasi muda, yang merasakan manfaat dari acara ini,” kata Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya saat membuka rangkaian kegiatan Alunan Budaya Pringgasela, Minggu (19/7).

Menurutnya, dampak ajang ini tidak hanya dirasakan masyarakat Pringgasela. Alunan Budaya Pringgasela juga memberi dampak kepada pedagang kecil di desa sekitar serta masyarakat Lotim secara umum.

Baca Juga: Bikin UMKM Banjir Rezeki, Ternyata Ini Rahasia Teras Udayana Jadi Ruang Publik Terfavorit di Mataram

Alunan Budaya Pringgasela menjadi salah satu ajang kebanggaan Lotim. Kegiatan budaya ini juga menjadi bukti kekompakan masyarakat desa dalam melestarikan adat istiadat.

“Event ini menjadi salah satu kebanggaan Lotim, karena bisa mewakili Lotim di tingkat nasional. Ini juga menjadi bukti kekompakan masyarakat, karena pelaksanaannya sudah satu dekade, ini menunjukkan kekompakan luar biasa dari masyarakat,” terangnya.

Menurut Edwin, Kecamatan Pringgasela menjadi kecamatan yang paling banyak menggelar kegiatan budaya. Hampir semua desa di Pringgasela memiliki kegiatan budaya, seperti Alunan Budaya, Pesona Budaya Pengadangan, hingga ritual adat lainnya.

Baca Juga: Kemenkum NTB Permudah Legalitas UMKM, Kini Badan Hukum Bisa Diurus Online Mulai Rp50 Ribu

Masuknya Alunan Budaya Pringgasela sebagai KEN menunjukkan perhatian negara terhadap kegiatan budaya di desa. Edwin berharap masyarakat terus melestarikan budaya setempat.

“Pemerintah daerah hanya sebatas mendukung. Sementara pelestarian budaya sepenuhnya digerakkan oleh masyarakat setempat. Kami juga melihat setiap tahun ketua panitianya berganti-ganti. Ini menandakan ada regenerasi di situ,” katanya.

Meski beberapa kali masuk agenda nasional, persaingan antardaerah akan semakin ketat. Namun, Edwin optimistis panitia dan para pemangku kepentingan telah memahami bagian yang harus dibenahi agar Alunan Budaya Pringgasela kembali terpilih sebagai KEN tahun depan.

Baca Juga: KKN Kolaborasi Unizar-UPN Veteran Jatim Dimulai, 266 Mahasiswa Siap Digitalisasi UMKM dan Desa Wisata di 12 Desa Lombok Barat

“Kami harap desa-desa yang lain juga bisa meniti kegiatan ini agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya.

Ketua Lembaga Majelis Seni dan Budaya Pringgasela Fery Irawan mengatakan, peringatan satu dekade Alunan Budaya Pringgasela mengangkat tema Srimananti.

Karnaval Tenun akan memeriahkan puncak perayaan. Karnaval itu menjadi satu-satunya karnaval di Indonesia yang mengandalkan kain tenun sebagai busana utama.

“Tema yang kami angkat pada event tahun ini tentang perempuan dan tenun,” tuturnya.

Baca Juga: PT Sasa Inti Raih PMR Award dari BPOM, Perkuat Keamanan Pangan Nasional Melalui Sinergi UMKM

Ajang tahun ini juga akan dimeriahkan pagelaran kolosal. Pengunjung akan menyaksikan penampilan visual Putri Srimananti yang dikemas lebih gemerlap daripada edisi sebelumnya. Panitia juga merencanakan konser hiburan sekitar dua pekan setelah malam puncak. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
UMKM event budaya pedagang kecil tenun