China Jadi Tujuan Ekspor Perdana Chips Porang

Supardi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:39 WIB
BAHAN BAKU: Tumpukan porang di pabrik pengolahan porang, Kecamatan Pringgabaya, sebagai bahan baku untuk pembuatan chips.( SUPARDI/LOMBOK POST )
BAHAN BAKU: Tumpukan porang di pabrik pengolahan porang, Kecamatan Pringgabaya, sebagai bahan baku untuk pembuatan chips.( SUPARDI/LOMBOK POST )

LombokPost - Chips porang hasil olahan Sentra Pengolahan Porang Lombok Timur (Lotim) siap diekspor perdana ke sejumlah negara, salah satunya China. Proses ekspor masih menunggu izin instalasi karantina tumbuhan dari Badan Karantina Indonesia.

“Izin karantina ini yang menjadi persyaratan utama sebelum pengiriman ke luar negeri,” kata Plt Kepala Dinas Perindustrian Lotim Lalu Alwan Wijaya, Minggu (19/7).

Alwan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 69 ton chips porang untuk memenuhi tiga kontainer. Masing-masing kontainer memiliki kapasitas 23 ton.

Baca Juga: Pabrik Porang Masih Bergantung Pasokan Luar Daerah, Kebutuhan Produksi 60 Ton Per Hari

Selain itu, sentra pengolahan masih memiliki 82 ton umbi porang yang akan diolah menjadi chips. Pihaknya membeli 841 ton umbi porang pada April. Pembelian berlanjut sebanyak 476 ton pada Mei dan 82 ton pada Juni.

“Hasil olahan porang selama ini telah dikirim ke berbagai daerah. Sehingga sejak beroperasinya pabrik ini sudah memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” imbuhnya.

Setiap kilogram chips porang yang terjual memberikan kontribusi Rp 2.000 kepada daerah. Total kontribusi yang telah diterima Pemkab Lotim mencapai Rp 176 juta.

Baca Juga: DKP3 KLU Lakukan Pendataan Lahan Porang

Harga beli umbi porang saat ini mencapai Rp 10 ribu per kilogram. Pemerintah daerah melalui Sentra IKM Porang di Pringgabaya siap menampung umbi porang dari petani di Lotim maupun daerah sekitar.

Sebelumnya, Manajer Central Pengolahan Porang Dian Rahardian mengatakan, potensi pengembangan porang di Lotim sangat bagus. Namun, pengembangannya membutuhkan waktu, terutama untuk menyiapkan lahan.

“Potensi kita sangat bagus, tetapi kita harus membangun ekosistemnya, yang berkelanjutan. Karena sekarang kita butuh 60 ton bahan baku per hari,” terangnya.

Baca Juga: Porang Lotim Target Ekspor ke China

Pihaknya siap menyerap bahan baku sebanyak-banyaknya agar pabrik tetap beroperasi. Budidaya porang membutuhkan waktu enam hingga delapan bulan. Sebagian besar umbi porang yang diproses saat ini berasal dari Lombok Utara. Petani di daerah itu lebih dahulu membudidayakan porang dibandingkan petani di Lotim. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
chips porang umbi Porang Pabrik ekspor