LombokPost-Proses aktivasi portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Lombok Timur (Lotim) baru mencapai 1,5 persen. Sasarannya sebanyak 501 ribu kepala keluarga (KK). Capaian itu masih sangat rendah dibandingkan kabupaten lain.
“Capaian kita masih sangat rendah dibandingkan dengan kabupaten yang lain. Kita baru 1,5 persen dari target,” terang Sekretaris Dinas Sosial Lotim Jumadil, Kamis (23/7).
Melihat capaian itu, Dinas Sosial terus mempercepat aktivasi Perlinsos. Dinsos menggandeng Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat untuk mengakses portal Perlinsos.
Jumadil menjelaskan, portal Perlinsos merupakan aplikasi digital untuk mendaftarkan penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Portal itu diharapkan membuat penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
“Rendahnya capaian aktivasi Perlinsos ini salah satunya disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat terkait portal ini dan belum bisa mengakses portal itu sendiri, karena tidak punya akses atau HP Android,” katanya.
Untuk menjangkau masyarakat yang belum terdaftar, Dinsos Lotim mengerahkan 4.000 agen Perlinsos. Mereka terdiri atas staf Dinsos, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta relawan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
Baca Juga: Gebrakan Baru! Wali Kota Mohan Kerahkan PPPK Mataram Jadi Agen Bansos ke Rumah-Rumah Warga
Portal ini juga dinilai cukup efektif mengurangi kesalahan penyaluran bansos. Di antaranya inclusion error atau masyarakat tidak layak, tetapi menerima bantuan. Selain itu, exclusion error atau masyarakat layak, tetapi tidak menerima bantuan.
“Bagi masyarakat yang dinyatakan tidak layak namun merasa berhak, melalui portal ini juga telah disediakan mekanisme untuk melakukan sanggah,” katanya.
Bupati Lotim Haerul Warisin mengatakan, aktivasi Perlinsos menjadi kesempatan bagi Lotim untuk memperbarui data. Dengan begitu, penyaluran bansos kepada masyarakat bisa lebih akurat.
Baca Juga: Bansos Tahap III Belum Langsung Cair, Ini Tahapan yang Harus Dilalui
“Selama ini banyak yang mencibir saya, karena banyak masyarakat miskin yang tidak dapat bantuan dan mengatakan justru yang dapat orang-orang yang memilih saya. Padahal itu tidak benar. Sehingga ini kesempatan tepat untuk update data agar bansos lebih tepat sasaran,” katanya.
Haerul menegaskan, tidak boleh lagi ada data abal-abal dan data yang berseberangan. Untuk mempercepat aktivasi Perlinsos, ia akan mengumpulkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab, capaian aktivasi Perlinsos Lotim masih sangat minim.
Menurutnya, proses aktivasi tidak terlalu rumit. Sasarannya merupakan masyarakat yang selama ini sering menerima bantuan. Namun, kendalanya terletak pada digitalisasi.
“Kami akui capaian yang rendah ini karena kami belum bekerja. Tapi besok Jumat (hari ini) saya akan kumpulkan eselon II dan koordinator PKH untuk bahas masalah ini,” tutupnya. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post