Kuat" di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru melalui edukasi, deteksi dini, dan pelayanan kesehatan. Penyakit respirasi seperti infeksi saluran pernapasan, tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, dan kanker paru masih menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan
kematian di dunia.
Karena itu, upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah penting untuk mencegah dan mendeteksi penyakit respirasi sejak dini.
Pengabdian masyarakat ini sekaligus menjadi implementasi muatan unggulan Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Universitas Mataram, yaitu Kesehatan
Respirasi Kepulauan dan Respirasi Wisata.
Sembalun dipilih sebagai lokasi kegiatan karena
merupakan kawasan dataran tinggi sekaligus destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Barat yang memiliki karakteristik lingkungan khas dan relevan dengan pengembangan kedua bidang tersebut.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pulmonologi FKIK Universitas Mataram tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga mengembangkan pelayanan kesehatan
respirasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan dan kawasan wisata.
Baca Juga: Ajak Masyarakat Waspadai Penyakit Paru Sejak Dini, PDPI NTB Peringati Hari PPOK Sedunia 2025
Kegiatan yang dihadiri oleh aparat desa, kepala dusun, dan masyarakat Desa Sembalun Bumbung ini meliputi penyuluhan kesehatan paru, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta pelayanan pengobatan. Sebanyak 86 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Hasil skrining menunjukkan 35 peserta (40,6%) memiliki keluhan atau temuan yang mengarah pada penyakit respirasi sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan
spirometri dilakukan terhadap peserta yang memenuhi indikasi pemeriksaan.
Dari 52 peserta yang menjalani spirometri, sebanyak 24 peserta (46%) ditemukan mengalami gangguan fungsi pernapasan yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Profesor Berdampak Unram Mulai Misi Kembalikan Kejayaan Kopi Arabika Sembalun
Selain itu, pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan pada 81 peserta. Hasilnya menunjukkan sebagian besar memiliki kadar hemoglobin dalam batas normal, sedangkan sebagian kecil peserta memiliki kadar hemoglobin yang lebih tinggi, yang diduga merupakan bentuk adaptasi fisiologis terhadap lingkungan dataran tinggi.
Peserta dengan hasil pemeriksaan di luar batas normal dianjurkan menjalani evaluasi lanjutan sesuai kondisi klinis
masing-masing. Seluruh peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan paru, menghindari paparan asap rokok dan polusi udara, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Peserta yang memerlukan terapi diberikan pengobatan sesuai diagnosis, sedangkan peserta yang ditemukan memiliki gangguan fungsi paru atau memerlukan pemeriksaan
lanjutan diberikan surat rujukan untuk melakukan kontrol di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat maupun di Poliklinik Paru RSUD Provinsi NTB agar mendapatkan penanganan yang
optimal.
Ketua Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Universitas Mataram, dr. Moulid Hidayat, Ph.D., Sp.P(K)-Onk mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya
pengabdian kepada masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mendekatkan pelayanan kesehatan paru kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya promotif dan preventif
melalui edukasi, deteksi dini, serta pemeriksaan kesehatan. Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan paru sehingga penyakit respirasi dapat
dicegah maupun ditangani sejak dini," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam
meningkatkan derajat kesehatan respirasi di NTB.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang mendukung penguatan keilmuan respirasi kepulauan dan respirasi
wisata sebagai keunggulan Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram.
Melalui kegiatan "Paru Sehat, Sembalun Kuat", Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram, RSUD Provinsi NTB, dan PDPI Cabang NTB berharap kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru terus meningkat sehingga penyakit respirasi dapat dicegah sejak dini, kualitas hidup masyarakat semakin baik, dan kawasan wisata seperti Sembalun tetap menjadi destinasi yang sehat bagi masyarakat maupun wisatawan.
Penulis: dr. H. Slamet Tjahjono, Sp.P (K) FISR; dr. Komang Sri Rahayu Widiasari, Sp.P (K) FISR; dr.Prima Belia Fathana,Sp.P (K); dr.Suryani Padua Fatrullah, Sp.P(K) FISR ; dr.Moulid Hidayat, Ph.D., Sp.P(K)-Onk; dr. Rina Lestari, Sp.P (K) FISR; dr. Indana Eva Ajmala,Sp.P (K) FAPSR; dr. Salim S. Thalib, Sp.P(K) FISR; dr.Gemilang Khusnurrokhman, Sp.P (K) AIFO-K.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post Online