Dikbud Lotim Bidik Revitalisasi 100 Lebih Sekolah

Supardi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:21 WIB
SEKOLAH RUSAK: Siswa sedang duduk di dalam kelas SMP Satap 4 Jerowaru yang kondisi atap dan plafonnya sudah jebol.

 
SEKOLAH RUSAK: Siswa sedang duduk di dalam kelas SMP Satap 4 Jerowaru yang kondisi atap dan plafonnya sudah jebol.  

LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) menargetkan lebih dari 100 sekolah mendapat perbaikan tahun ini. Perbaikan akan menggunakan dana revitalisasi dari pemerintah pusat.

“Masih banyak sekolah kita yang mengalami rusak ringan hingga berat, yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” terang Sekretaris Dikbud Lotim Lalu Bayan Purwadi, Minggu (26/7).

Lalu Bayan menyebutkan, sebanyak 60 sekolah mendapat program revitalisasi pada 2025. Sekolah itu terdiri dari jenjang TK hingga SMP. Tahun ini, pihaknya optimistis lebih dari 100 sekolah mendapat program serupa.

Baca Juga: Bupati Lotim Laporkan Kondisi Sekolah Rusak ke Menteri Pendidikan

Pada tahap pertama tahun ini, sebanyak 19 TK mendapat program revitalisasi. Sementara jumlah SDN dan SMPN mencapai 45 sekolah. “Tahap pertama saja kita sudah dapat 64 unit. Dan ini akan ada tahap kedua lagi. Mudah-mudahan semakin banyak kita dapatkan,” ungkapnya.

Perbaikan sekolah di Lotim tidak hanya bersumber dari program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Anggaran juga berasal dari pokok pikiran DPR RI maupun DPRD kabupaten.

Kolaborasi itu diharapkan dapat mempercepat perbaikan seluruh sekolah di Lotim. Dengan begitu, sekolah memiliki fasilitas belajar yang layak dan aman.

Baca Juga: Pemkab Lotim Kolaborasi dengan NGO Bangun Sekolah Rusak

Pihak sekolah mengajukan program revitalisasi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah juga mengerjakan program itu secara swakelola. “Pengajuan dilakukan langsung oleh sekolah, melalui Dapodik. Termasuk pengerjaannya dilakukan oleh sekolah langsung,” katanya.

Lalu Bayan menyebutkan, jumlah sekolah rusak terus bertambah. Kerusakan banyak terjadi pada sekolah di daerah pesisir akibat angin kencang dan cuaca pantai yang panas.

“Jumlah pastinya saya kurang hafal. Tetapi yang rusak ini terus bertambah. Apalagi yang ada di daerah pesisir, banyak yang rusak, karena cuaca di pantai cukup panas dan anginnya kencang membuat atap sekolah mudah rusak,” jelasnya.

Baca Juga: Gempa Darat Pacitan Rusak Sekolah, Rumah, dan Kantor ada Tiga Orang di Trenggalek Luka Tertimpa Genting

Sebelumnya, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMP Satap 4 Jerowaru Afipudin Adnan menyampaikan kondisi empat ruangan di sekolah itu cukup memprihatinkan. Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap. Sebagian atap dan plafon sudah berjatuhan.

“Yang rusak bagian atapnya saja dan tembus ke plafon. Kalau temboknya masih bagus,” terang Afipudin.

Kerusakan itu terjadi sejak tiga tahun lalu. Padahal, sekolah tersebut tergolong masih muda karena dibangun pada 2013 oleh pemerintah Australia. Namun, lokasinya yang berada di dekat pantai membuat atap mudah berkarat dan rusak.

Baca Juga: Atap Bocor Ganggu Belajar Siswa SMP Satap 4 Jerowaru Lombok Timur

“Karena angin di pinggir pantai cukup besar. Dan panas juga. Sehingga atapnya diterbangkan oleh angin. Apalagi kan atapnya dari spandek,” katanya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sekolah sekolah rusak smp Dikbud revitalisasi