Petani Rumput Laut Tunda Tanam Akibat Cuaca Panas

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:28 WIB
SUMBER PENDAPATAN: Rumput laut merah milik salah seorang petani di Desa Seriwe yang dijemur di pinggir pantai. 
SUMBER PENDAPATAN: Rumput laut merah milik salah seorang petani di Desa Seriwe yang dijemur di pinggir pantai. 

LombokPost-Sebagian besar petani rumput laut di pesisir Jerowaru, khususnya Desa Seriwe, memilih menunda penanaman. Cuaca masih terlalu panas dan dikhawatirkan memengaruhi pertumbuhan rumput laut.

“Masih musim peralihan. Makanya banyak yang menunda menanam. Kalau cuaca panas nanti rumput lautnya mati,” terang petani rumput laut asal Desa Seriwe Afipudin Adnan, Senin (27/7).

Menurutnya, sebagian besar petani di Desa Seriwe membudidayakan rumput laut hijau. Pertumbuhan jenis rumput laut ini lebih baik saat musim hujan karena tidak tahan cuaca panas.

Baca Juga: Unram Jadi Pusat Kolaborasi Global Rumput Laut dan Ekonomi Biru

Selain cuaca panas, ombak saat ini juga cukup keras. Karena itu, petani memilih menunda penanaman hingga cuaca tidak terlalu panas dan ombak mulai stabil.

“Selain membuat tanaman rontok, cuaca panas juga biasanya akan membuat tanaman terserang penyakit yang dikenal dengan penyakit bulu babi, sejenis tumbuhan parasit yang tumbuh di batang rumput laut,” katanya.

Dia mengatakan, cuaca yang baik akan memengaruhi hasil produksi. Jika cuaca bagus, 1 kuintal benih dapat menghasilkan 4–5 kuintal rumput laut basah. Namun, saat cuaca buruk dan tanaman terserang penyakit, hasilnya paling banyak 1 kuintal, bahkan kurang atau tidak ada.

Baca Juga: Peringatan! Limbah Tambak Udang Ancam Keberlanjutan Produksi Rumput Laut di NTB

Kondisi cuaca juga berdampak terhadap harga rumput laut. Rumput laut kering saat ini dijual Rp 22 ribu per kilogram. Harga itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar Rp 15–18 ribu per kilogram.

“Sekarang harganya naik dari tahun sebelumnya. Karena sekarang rumput laut lagi langka. Akibat masih sedikit petani yang menanam. Kita jualnya ke pengepul. Nanti pengepul yang kirim ke Bali dan Jawa,” jelasnya.

Petani lainnya Rakmah menambahkan, belum banyak petani yang menanam karena tidak memiliki bibit. Selain faktor cuaca, ketersediaan bibit juga menjadi kendala.

Baca Juga: Riset Rumput Laut Dorong Ekonomi Biru dan Hilirisasi Industri di NTB

Bibit rumput laut hijau biasanya dibeli di Pulau Sumbawa seharga Rp 450 ribu per kuintal. Sementara harga bibit di Lombok mencapai Rp 500 ribu per kuintal.

“Kita juga belum punya bibit, makanya belum bisa menanam. Kayaknya bulan depan baru bisa menanam. Kalau bulan September-Oktober pasti sudah banyak yang panen,” katanya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
rumput laut Lotim cuaca panas Jerowaru