LombokPost-Pengelola Bukit Pergasingan Sembalun menutup sementara aktivitas pendakian dan berkemah. Penutupan dilakukan untuk membenahi pengelolaan dan membangun sistem manajemen sampah terpadu guna mencegah pencemaran lingkungan.
Langkah itu juga merespons video viral seorang warga negara asing (WNA) yang menangis saat menyaksikan tumpukan sampah di Bukit Pergasingan, Sembalun. “Penutupan dilakukan mulai dari tanggal 30 Juli hingga waktu belum ditentukan,” terang Ketua Pengelola Bukit Pergasingan Royal Sembalun, Kamis (30/7).
Royal menegaskan, pembersihan mendadak setelah video viral tidak akan menyelesaikan akar persoalan. Pengelola harus membangun sistem manajemen sampah yang terpadu dan lebih kuat.
Baca Juga: Balai TNGR Tambah Dua Rest Shelter di Jalur Pendakian Aik Berik
Pengelola tidak mempermasalahkan video viral itu. Video itu justru dinilai menjadi kritik yang membangun. Penutupan berlaku total untuk aktivitas harian atau tek-tokan maupun berkemah.
“Terkecuali, bagi agen wisata yang sudah terlanjur melakukan pemesanan jauh hari sebelum ada kelonggaran,” katanya.
Untuk mencegah pencemaran lingkungan, pengelola Bukit Pergasingan sedang merumuskan aturan dan sanksi tegas bagi pendaki nakal. Langkah itu dinilai lebih efektif dibandingkan hanya menerapkan ancaman daftar hitam.
Baca Juga: Pendakian Tektok Rinjani Tak Bisa Sembarangan, Ini Alur dan Syaratnya
Pengelola berencana menerapkan dua aturan. Pertama, sistem deposit atau uang jaminan. Pengunjung diwajibkan menyerahkan sejumlah uang jaminan saat registrasi pendakian. Uang itu dapat diambil kembali setelah pendaki membawa turun seluruh sampahnya.
Kedua, menerapkan skema pengepakan ulang. Pengunjung yang keberatan atau tidak memiliki uang jaminan diwajibkan mengepak ulang barang bawaannya. Langkah itu untuk meminimalkan potensi sampah.
“Mau tidak mau kita harus seperti itu. Supaya sampah di Bukit Pergasingan tetap bersih,” katanya.
Baca Juga: Bronjong hingga Reling Besi Dipasang, Balai TNGR Benahi Jalur Pendakian Rinjani
Penutupan sementara diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama. Bukan hanya bagi Bukit Pergasingan, tetapi juga seluruh kawasan wisata perbukitan di Sembalun. Royal juga mengimbau seluruh pengunjung mengedepankan kecintaan terhadap alam. Dengan begitu, keindahan alam dan gunung tetap terjaga. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post