LombokPost-Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar Sekolah Pasar Modal yang ditujukan bagi Mahasiswa dan Dosen dengan mengusung tema literasi investasi pasar modal syariah dalam mewujudkan generasi akademisi yang cerdas finansial dan berintegritas.
"Sekolah pasar modal ini berkolaborasi dengan IDX, ID Clear, Indonesia SIPF, dan Phillip Sekuritas, " Terang Dekan Fakultas Syariah, M. Indra Gunawan, Kamis (31/7).
Dia menjelaskan kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting bagi mahasiswa, khususnya di fakultas syariah yang noatebenya bergelut dengan pembelajaran pasar modal.
Baca Juga: Pasar Modal Dihantam Sentimen Negatif, IHSG Langsung Jatuh Bersamaan
"Ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademiknya, mudah-mudahan dengan adanya sekolah pasar modal ini wawasan dan ilmu pengetahuannya semakin luas," katanya.
Dia berharap, peserta dari dosen dan mahasiswa bisa praktik secara langsung setelah kegiatan ini agar ilmu yang didapatkan langsung terealisasi dengan baik.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr Abd. Hayyi Akrom mengatakan kegiatan seperti ini harus lebih sering diadakan guna memperkuat kemampuan literasi akademis mahasiswa secara praktisi tentang pasar modal dan investasi.
"kegiatan ini penting sebab dapat dipraktikkan secara langsung. Jadi mahasiswa bisa langsung praktik bagaimana pasar modal itu bekerja," ulasnya saat memberikan sambutan.
Dia meminta kepada Fakultas Syariah ke depannya agar mengadakan agenda studi tour untuk mahasiswa supaya ilmu dan pengalamannya seimbang.
"Kami berharap supaya mahasiswa fakultas syariah ini sesekali di bawa studi tour nanti ke kantor pusat IDX, agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara kerja pasar modal," ujarnya.
Baca Juga: Buka Pintu Modal dan Pasar Hotel, Pemkot Mataram Percepat Legalitas Usaha Mikro di Selaparang
Dia meminta agar mahasiswa berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi yang belum jelas legalitas dan keamanannya. Sebab, diakuinya saat ini banyak model investasi bodong di tengah masyarakat.
"Walapun pengawasan sudah sangat ketat dalam mengawasi berbagai macam investasi, tapi ada saja celah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Karena saat ini banyak masyarakat kita yang menjadi korban dari investasi bodong. Itulah yang harus kita waspadai, ini terjadi karena kurangnya literasi dan pemahaman di tengah-tengah masyarakat kita" ucapnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post