Pemkab Lotim Siapkan Tiga Hektare Lahan untuk LSDP

Supardi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 10:24 WIB
VERIFIKASI LAPANGAN: Bupati Lombok Timur di dampingi Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur saat mengikuti verifikasi secara zoom untuk penilaian lokasi hibah program LSDP.
VERIFIKASI LAPANGAN: Bupati Lombok Timur di dampingi Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur saat mengikuti verifikasi secara zoom untuk penilaian lokasi hibah program LSDP.

LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) berupaya terpilih sebagai salah satu penerima hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program itu berfokus pada pengelolaan sampah berbasis daerah.

“Program ini dari Kementerian Dalam Negeri, bekerja sama dengan Bank Dunia, Bappenas, Kemenkeu, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Ada 28 kabupaten yang akan dipilih di Indonesia. Program ini semacam pembangunan TPST,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lotim Fathurahman, Kamis (30/7).

Dia menjelaskan, daerah harus melalui beberapa tahapan untuk ditetapkan sebagai penerima hibah. Tahapan itu meliputi penilaian sejumlah dokumen umum dan teknis. Lotim telah melewati tahapan itu pada April lalu.

Baca Juga: Kreativitas Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Pancor Mengolah Limbah Dapur MBG, Limbah Dijadikan Pupuk Organik Cair, Kurangi Sampah hingga Kete

Selanjutnya, Lotim mengikuti penilaian atau verifikasi. Beberapa poin yang diverifikasi meliputi ketersediaan lahan, infrastruktur, air, dan listrik.

“Untuk lahan kita sudah siapkan di area TPA Ijo Balit dengan luas 3 hektare. Jumlah ini lebih luas dari yang ditargetkan hanya 1 hektare. Setelah ini nanti sekitar bulan September dilanjutkan dengan perencanaan, kalau kita lolos,” katanya.

Program itu tidak hanya membangun tempat pengolahan sampah terpadu secara fisik. Program juga disertai pemberdayaan masyarakat. Sampah nantinya diolah menjadi kompos, magot, dan material daur ulang bernilai ekonomi. Hasil pengolahan diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: SMAN 4 Mataram Perkuat Eco Zero dan Bank Sampah, Bangun Sekolah Peduli Lingkungan

Program itu juga diharapkan dapat meminimalkan jumlah sampah di Lotim. Produksi sampah di Lotim saat ini mencapai 580,5 ton per hari.

Program LSDP ditargetkan mampu mengolah sekitar 150 ton sampah per hari menjadi barang bernilai ekonomi.

Sementara itu, Bupati Lotim Haerul Warisin mengatakan, jumlah penduduk Lotim hampir mencapai 1,5 juta jiwa.

Kondisi itu membuat potensi timbulan sampah sangat tinggi setiap hari dan membutuhkan penanganan serius.

“Sampah ini merupakan salah satu program prioritas nasional, begitu pula di daerah. Sehingga kami sangat serius dan berharap terpilih sebagai lokasi program LSDP ini,” terang Haerul.

Baca Juga: Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok, TPA Regional Kebon Kongok Jadi Pusat Edukasi Lingkungan

Dia menegaskan, Pemkab Lotim telah menyiapkan lahan dan sarana pendukung. Pemkab juga menyiapkan dana talangan pada 2027 sebesar Rp 20 miliar.

Anggaran itu dapat ditambah sesuai kebutuhan untuk mempercepat program.

Haerul menilai Lotim siap menjadi lokasi program LSDP dari sisi lahan, infrastruktur, sumber air, dan sumber daya manusia. Dia berharap Lotim dapat terpilih sebagai penerima program.

“Kami sudah siapkan segala-galanya. Mudah-mudahan Lotim bisa terpilih dalam program LSDP ini,” pungkasnya.

Direktur Alokasi Anggaran Pembangunan Pusat dan Daerah Bappenas Nursyaf Rullihandia mengatakan, verifikasi bertujuan melihat kesiapan daerah. Penilaian meliputi aspek lahan, aksesibilitas, kelembagaan, sosial, lingkungan, dan dokumen perencanaan.

Baca Juga: Tinjau TPA Oi Mbo, Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi Siap Perjuangkan Anggaran Pusat

“Tapi kami melihat Lotim sangat siap untuk program ini. Karena persyaratan-persyaratannya sudah terpenuhi. Tetapi kami tetap akan dalami,” katanya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
LSDP Bank Dunia sampah TPA tpst