LombokPost-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ke-40 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 09 merampungkan peta potensi Desa Pohgading Timur berbasis spasial. Program unggulan itu diselesaikan Sabtu (25/7).
Mahasiswa menyusun peta untuk membantu pemerintah desa menyediakan data kewilayahan secara sistematis, akurat, dan informatif. Data itu diharapkan memudahkan pemerintah menyusun perencanaan pembangunan desa.
Peta memuat batas administrasi, persebaran fasilitas umum, dan infrastruktur desa. Mahasiswa juga mencantumkan potensi sumber daya alam serta sejumlah informasi pendukung lainnya.
Data spasial itu memberikan gambaran mengenai karakteristik dan potensi Pohgading Timur. Pemerintah desa dapat memanfaatkannya untuk menyusun kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan.
Baca Juga: Sabun Cuci Piring Organik Buka Peluang Usaha Warga Kampasi Meci
Peta juga diharapkan mendukung pengembangan potensi desa secara terarah dan berkelanjutan.
Proses penyusunan dimulai dengan pengumpulan data dan observasi lapangan. Mahasiswa selanjutnya mengidentifikasi fasilitas serta potensi wilayah.
Mereka kemudian mengolah data spasial dan menyusun desain akhir peta. Seluruh tahapan dikerjakan secara kolaboratif bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Komunikasi dan koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap informasi sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Koordinator KKN UMMAT Kelompok 09 mengatakan, peta itu tidak hanya menjadi program kerja selama KKN. Dokumen itu diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi pemerintah dan masyarakat desa.
“Peta potensi desa ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang membantu pemerintah desa dalam merencanakan program pembangunan, mengelola potensi wilayah, serta mengambil keputusan secara lebih tepat, efektif, dan berbasis data,” ujarnya.
Mahasiswa akan menyerahkan peta secara resmi kepada Pemerintah Desa Pohgading Timur. Penyerahan menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.
Kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung pembangunan wilayah secara terencana dan berkelanjutan.
Melalui program pemetaan, mahasiswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik dari perkuliahan. Mereka juga mempelajari kondisi sosial, geografis, serta kebutuhan pembangunan masyarakat secara langsung.
Pembuatan peta berbasis spasial menjadi satu dari empat program unggulan KKN UMMAT Kelompok 09. Tiga program lainnya menyasar energi alternatif, ekonomi masyarakat, dan administrasi kependudukan.
Mahasiswa mengembangkan inovasi energi alternatif komposit briket. Mereka juga menjalankan pemberdayaan ekonomi melalui produksi virgin coconut oil (VCO) dari kelapa tua.
Baca Juga: Dua Mahasiswi Kebidanan UMMAT Raih Juara III AIPKEMA 2026
Program lainnya berupa pendataan kependudukan masyarakat berbasis digital.
Empat program itu dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal. Kegiatan juga mendukung penguatan administrasi desa dan pengembangan ekonomi produktif.
Selain itu, mahasiswa mendorong pemanfaatan sumber daya lokal dan inovasi ramah lingkungan.
Melalui KKN Ke-40, Kelompok 09 berkomitmen memberi kontribusi bagi masyarakat Pohgading Timur. Mereka mengusung semangat, “Merawat Nilai Kearifan Lokal, Menguatkan Inovasi Pemberdayaan Menuju Masyarakat Berkemajuan.”
Editor : Akbar Sirinawa