LombokPost-Universitas Mataram (Unram) menyerahkan sekaligus menanam 1.000 bibit kopi arabika jenis Ateng Super melalui Program Profesor Berdampak. Penanaman dilakukan bersama kelompok petani kopi milenial di bawah naungan Pengurus Daerah Barisan Pemuda Adat Nusantara (PD BPAN) Sembalun.
“Program ini dalam rangka mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan melalui penerapan budidaya sehat tanaman kopi di kawasan Sembalun,” terang Ketua Kelompok Talenta Muda Lokal Abdul Robi, Minggu (2/8).
Kegiatan itu menjadi tindak lanjut sosialisasi dan penyuluhan pada pertengahan Juli lalu. Tim Program Profesor Berdampak menggandeng kelompok petani milenial Talenta Muda Lokal untuk menyukseskan pengembangan kopi berbasis masyarakat.
Baca Juga: Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi
Penyerahan bibit menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem budi daya kopi yang sehat. Kegiatan itu juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian.
“Kami sangat menyambut positif dan sangat mendukung Program Profesor Berdampak Unram ini. Kami siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sembalun,” katanya.
Menurut Robi, pengembangan kopi di Sembalun memiliki peluang besar. Terlebih, kawasan itu semakin ramai dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Karena itu, program diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sembalun.
Baca Juga: Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi
Kepala Desa Sembalun Bumbung Hizmanurrozi mengatakan, regenerasi petani menjadi kebutuhan untuk menjamin keberlanjutan usaha tani di Sembalun. Termasuk dalam pengembangan kopi yang memiliki tren permintaan semakin meningkat.
“Peningkatan kualitas kopi harus dimulai sejak dari lahan. Dengan demikian, kopi Sembalun kita harapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dan semakin diminati oleh pasar domestik maupun global,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Program Profesor Berdampak Unram Prof M Sarjan mengatakan, program tahun ini difokuskan pada penerapan budidaya sehat berbasis Good Agricultural Practices (GAP).
Baca Juga: Kopi Robusta Rinjani Lombok Utara Makin Dekat Raih Indikasi Geografis, 7 Wilayah Tembus Mutu Terbaik
“Program ini tidak hanya berhenti pada penyediaan bibit. Tim Profesor Berdampak juga akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan dalam pemeliharaan tanaman kopi,” katanya.
Pendampingan mencakup pemupukan berimbang, Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), serta penerapan sistem irigasi hemat air. Program akan dikawal selama tiga tahun oleh tim dosen lintas bidang dan mitra. Pendampingan dilakukan agar pemberdayaan masyarakat dan pengembangan budidaya kopi berjalan berkelanjutan.
“Program Profesor Berdampak kami harapkan tidak sekadar menghasilkan peningkatan produksi kopi, tetapi juga menghadirkan dampak yang lebih luas melalui pembelajaran kontekstual, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya.
Baca Juga: Profesor Berdampak Unram Mulai Misi Kembalikan Kejayaan Kopi Arabika Sembalun
Program juga diharapkan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pengentasan kemiskinan, pertanian berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi, serta pelestarian lingkungan.
Program itu juga dinilai sejalan dengan semangat Asta Cita. Khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan, pembangunan desa, penguatan sumber daya manusia, serta pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami harap budi daya sehat tanaman kopi di Sembalun dapat berkembang menjadi salah satu model unggulan pembangunan daerah yang mempertemukan kekuatan kampus, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah dalam satu ekosistem kolaboratif yang saling menguatkan,” katanya.
Menurut Sarjan, pengembangan kopi tidak hanya meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk pertanian masyarakat. Upaya itu juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan mendorong perputaran ekonomi di kawasan agrowisata Sembalun.
“Program ini pada akhirnya diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Mataram, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Sembalun melalui penguatan pertanian, regenerasi petani, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan,” pungkasnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post