LombokPost-Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di sejumlah sekolah dasar di Lombok Timur (Lotim). Salah satunya di SDN 1 Kotaraja dengan jumlah penerima 227 siswa.
“Kami sangat berharap beasiswa PIP ini dilanjutkan setiap tahunnya di sekolah kami. Karena di sini memang banyak siswa-siswi yang kelas ekonomi keluarganya menengah ke bawah,” terang Kepala SDN 1 Kotaraja Khairul Ihwan saat menerima kunjungan kerja Sari Yuliati, Senin (3/8).
Menurut dia, SDN 1 Kotaraja menjadi salah satu sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di Kecamatan Sikur. Jumlah siswanya mencapai 385 orang yang terbagi dalam 14 rombongan belajar.
Baca Juga: Upaya Memutus Rantai Krisis Air di Lombok Tengah, Dari Pipanisasi Desa hingga Penghijauan Hulu
Namun, jumlah siswa itu tidak sebanding dengan ketersediaan ruang kelas. Untuk mengatasi kekurangan ruang, sekolah terpaksa menempatkan banyak siswa dalam beberapa kelas.
“Ada beberapa kelas terpaksa kami isi dengan cukup gemuk, mulai dari 31 hingga 32 orang karena kami kekurangan kelas. Kami sangat membutuhkan kelas tambahan,” katanya.
Selain ruang kelas tambahan, pihak sekolah membutuhkan bantuan renovasi dua ruang kelas. Kondisi kedua ruangan itu sudah memprihatinkan karena termakan usia.
Baca Juga: Cair Oktober 2025! Begini Cara Cek Nama Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar Secara Online
Khairul berharap pemerintah, mulai dari DPRD kabupaten hingga DPR RI, dapat membantu renovasi. Dua ruang kelas itu dibangun pada 1998 dan belum pernah mendapat bantuan perbaikan. Kedua bangunan berada di bagian depan sekolah sehingga memengaruhi tampilan sekolah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengatakan, PIP diharapkan dapat memberantas kebodohan. Program itu juga diharapkan memastikan tidak ada anak di Indonesia yang tidak bisa bersekolah dan membaca.
“Sebagaimana dengan cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” terangnya.
Baca Juga: Siswa Penerima Program Indonesia Pintar Ada yang Sudah Lulus, Kok Bisa?
Menurut dia, upaya mewujudkan cita-cita itu tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan beasiswa. Dibutuhkan kerja sama sekolah, pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, DPR, hingga orang tua.
“Kalau ibu-ibu saat ini pendidikannya hanya bisa sampai SD, SMP, atau SMA, maka anak-anak harus melanjutkan pendidikan mereka hingga ke jenjang perguruan tinggi,” katanya.
Terkait renovasi dua ruang kelas, Sari berjanji menindaklanjuti usulan itu. Perbaikan diperlukan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar. Secara pribadi, ia memberikan bantuan Rp 100 juta untuk renovasi sekolah.
“InsyaAllah nanti pada APBN Perubahan kita bisa alokasikan lagi sebesar Rp 1 miliar. Tapi ini tentu butuh syarat dan klasifikasi untuk mendapatkannya. Tapi saya akan kawal, semoga bisa dapat. Yang sudah positif baru yang Rp 100 juta,” pungkasnya.
Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya berterima kasih atas bantuan Sari Yuliati. Menurut dia, bantuan itu mendukung Pemkab Lotim di bidang pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah, terutama untuk revitalisasi sekolah.
“Alhamdulillah, Ibu Sari sudah sangat banyak membantu kita di Lotim, terutama di bidang pendidikan. Mulai dari beasiswa, revitalisasi, dan bantuan lainnya,” tutupnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post