Atasi Sampah Laut, KKN Unram Hadirkan Trash Boom di Ekowisata Mangrove Pare Mas

Kimda Farida • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:41 WIB

 

Mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Pare Mas 2 bersama perangkat desa dan Pokdarwis memasang Trash Boom di kawasan Ekowisata Mangrove Pare Mas, Jerowaru, Lombok Timur, sebagai upaya mengurangi sampah kiriman dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Pare Mas 2 bersama perangkat desa dan Pokdarwis memasang Trash Boom di kawasan Ekowisata Mangrove Pare Mas, Jerowaru, Lombok Timur, sebagai upaya mengurangi sampah kiriman dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

 

LombokPost--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) Desa Pare Mas 2 memasang penghalang sampah terapung ( Trash Boom ) di kawasan pesisir Ekowisata Mangrove, Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Program ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam melindungi ekosistem pesisir dari ancaman sampah kiriman.

Kawasan Ekowisata Mangrove Pare Mas selama ini memiliki peran vital sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus destinasi wisata alam andalan di pesisir selatan Lombok Timur.

Namun, tumpukan sampah yang terbawa arus laut maupun muara masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan estetika kawasan wisata tersebut.

Berangkat dari kondisi itu, mahasiswa KKN Unram menjadikan pemasangan Trash Boom sebagai program kerja utama.

Berdasarkan observasi lapangan, sampah yang terbawa arus kerap masuk dan tersangkut di sela-sela akar mangrove.

Mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Pare Mas 2 bersama perangkat desa dan Pokdarwis memasang Trash Boom di kawasan Ekowisata Mangrove Pare Mas, Jerowaru, Lombok Timur.
Mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Pare Mas 2 bersama perangkat desa dan Pokdarwis memasang Trash Boom di kawasan Ekowisata Mangrove Pare Mas, Jerowaru, Lombok Timur.

 Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan pohon bakau dan mencemari ekosistem secara keseluruhan.

Sebagai informasi, Trash Boom merupakan alat penghalang/perangkap terapung yang direntangkan di aliran air untuk menjebak sampah. Melalui fasilitas ini, sampah akan tertahan di satu titik sehingga lebih mudah dikumpulkan dan dibersihkan sebelum menumpuk di dalam area konservasi.

Ketua Kelompok KKN Unram Desa Pare Mas 2, Lalu Fathir Al Farisyi menjelaskan, program ini dipilih setelah melalui tahap identifikasi masalah di lapangan.

Gagasan tersebut kemudian dimatangkan melalui diskusi bersama Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Chandrika Eka Larasati, S.Pi., M.Si.

"Kami melihat persoalan sampah di kawasan pesisir ini butuh perhatian bersama. Pemasangan Trash Boom diharapkan bisa memberikan manfaat yang nyata untuk meminimalisasi sampah yang masuk ke hutan mangrove. Ini adalah langkah awal menjaga ekosistem secara berkelanjutan," ujar Fathir.

Lebih lanjut, Fathir berharap fasilitas ini tidak sekadar menjadi solusi teknis semata, tetapi juga mampu memantik kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pesisir.

Sinergi antara pemerintah desa, pengelola ekowisata (Pokdarwis), dan masyarakat setempat di nilai sangat penting agar fasilitas peredam sampah ini dapat di rawat dan berfungsi optimal.

Baca Juga: KKN Unram di Lombok Ajarkan Warga Olah Limbah Sabut Kelapa Jadi Cocopeat Bernilai Ekonomi

Lewat program kepedulian lingkungan ini, mahasiswa KKN Unram berharap kawasan Ekowisata Mangrove Pare Mas dapat terus asri, lestari, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga serta generasi mendatang.

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
Trash Boom Ekowisata Mangrove Pare Mas Universitas Mataram KKN Unram desa pare mas